Madang

Destinasi kami berikutnya di Papua New Guinea adalah Madang … (dibaca Medeng) 

Saya, suamiku Gio dan si bungsu Azmi berangkat dari Hagen hari Sabtu selepas pulang kerja, 11 June 2011 menuju Goroka menggunakan PMV alias bis umum πŸ™‚

Sepertinya hanya kami sebagai expatriat yang berani pake bis umum bepergian jauh, upss sebetulnya aturan nya sih tidak diperbolehkan karena sisi keamanan. Tapi gimana lagi, belum dapet kendaraan pribadi, ya pake umum aja dulu, hehehe.

Jarak Hagen – Goroka memang hanya 178km, tapi dengan medan jalan yang tidak biasa, jalan mendaki gunung, berbatu, melewati lembah, dst …. jarak tersebut harus ditempuh dengan 4 jam perjalanan tanpa henti.

Bermalam di Goroka, dan perjalanan menuju Madang dilanjutkan keesokan paginya bersama salah satu teman disana, Úncle Deka begitu Azmi memanggilnya dan seorang supir. Kali ini kami berlima menggunakan Toyota Hi Lux double cabin. Dengan jarak tempuh 313km, kami tiba di lokasi jam 12.30 siang !

Madang termasuk daerah yang aman, untuk ukuran PNG yaa.. dibandingkan dengan kota Lae atau Port Moresby, di Madang kita bisa jalan kaki dengan aman tanpa pengawalan orang lokal dan hawatir diperlakukan tidak baik atau adanya tindak kriminal.

Tapi dengan terbatasnya waktu, kami tidak sempat mengunjungi pulau di sebrangnya, pulau Karkar.

Idealnya, things to do di Madang itu: Diving and snorkeling, Fishing & Canoeing …

Nah, berhubung tidak ada satupun dari kami berlima yang bisa melakukan hal itu semua, jadi yo wes jalan jalan saja, menikmati suasana pantai dan makan makanan laut sampe kenyang, ini bagian yang paling menyenangkan tentunya, hmm ikan, udang, cumi dan semua nya segar.

Azmi sambil nunggu makan malam

Jadilah kami bermalam di Kalibobo, Madang untuk satu malam.

Perjalanan ditutup dengan acara tetiba mobilnya bermasalah, jadi sebelum pulang, sibuklah kami mencari bengkel dan memang tidak ada! Hiha .

Alam memang sangat menakjubkan, tapi sayang sumber daya manusia yang tersedia masih kurang mumpuni.

Akhirnya sang supir mencari kenalannya yang bisa membantu membetulkan mobil dan selamatlah kami pulang ke Goroka.

Lalu bergegas kami kembali ke Hagen, karena besok hari Senin sudah harus beraktifitas seperti biasa.

eh ketinggalan, foto di bawah ini, salah satu dari sekian banyak kalau kami menginap di Goroka

Thanks to Uncle Deka who always treat us nicely .. ini sarapan kami yg disediakan olehnya, hehe

# Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri”. QS. Al-Isra’: 7

Unknown's avatar

Author: Erni Bugnie

Panggil saja 'Nie Just simple person, maunya jadi orang yg sabar. Rasa sabar tidak menjanjikan bahwa kita akan memiliki sesuatu pada akhirnya. Tidak bisa. Tapi rasa sabar, bisa menjanjikan ketentraman di hati, apapun yang terjadi, termasuk jika gagal memiliki semuanya.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started