Agar Selamat di Akhir Zaman Penuh Fitnah

Catatan Kajianku – Buya Dr. Arrazy Hasyim M.A.

‘Sesungguhnya milik Allah lah ilmu mengenai Sa’ah (hari kiamat)’, secara harfiah Sa’ah artinya waktu.

Nabi saw tidak mengetahui alam ghaib, kecuali diberi tahu oleh Allah swt dan Nabi saw menurunkan ilmu akhir zaman. Ilmu yang diturunkan bukan mengenai kapan, tapi mengenai tanda-tandanya.

“Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga matahari terbit dari sebelah barat. Maka, apabila matahari terbit dari sebelah barat, lalu manusiapun akan beriman seluruhnya. Akan tetapi, kelakukan yang demikian itu di saat tidak berguna lagi keimanan seseorang yang belum pernah beriman sebelum beriman setelah kejadian tersebut atau memang berbuat kebaikan dengan keimanan yang sudah dimilikinya itu,” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).

Ilmu Akhir zaman dibagi menjadi 2:
1. Pergerakan menyambut akhir zaman
2. Kekhalifahan di akhir zaman

Manhaj adalah metodologi / jalan yang jelas dan terang.

Nabi saw mengatakan, di akhir zaman nanti yang akan menjadi khalifah adalah orang yang “Ismu”, yang Namanya berkesesuaian dengan namaku.

Nama dalam Bahasa Arab berbeda dengan nama dalam Bahasa Indonesia, nama dalam Bahasa Indonesia artinya Nama Jasad, dan yang dimaksud Nabi saw yang berkesesuaian dengan namaku artinya tanda-tanda dan ketinggian ilmu atau derajatnya.

Sehingga tanda pada nabi saw akan terjadi pada Imam Al Mahdi.

Ketinggian ilmu atau derajat pada Nabi saw akan diberikan pada Imam Al Mahdi.
Ilmu  dalam Qolbu Nabi saw banyak yang diajarkan oleh Allah swt, antara lain:
1. Ilmu masa depan
2. Ilmu masa lalu

Al Mahdi artinya yang diberi petunjuk

  • Imam Al Mahdi akan mengalami hal yang sama seperti Nabi saw dan akan disembunyikan ke’wali’an nya oleh Allah sampai nanti pada waktunya.
    Imam Al Mahdi di balut sisi kemanusiaam untuk tidak diketahui oleh orang lain. Jadi Al Mahdi sama seperti kita, manusia biasa dan diberi ilham oleh Allah swt.
  • Al Mahdi menerima petunjuk dalam qolbunya setiap saat.
    Mimpinya adalah peng’kabar’an
    Jaganya adalah pe’makrifat’an

Dalam hadist :

“Dan Nabi saw. tertidur kedua matanya, namun hatinya tidaklah tidur. Seperti itu pulalah keadaan para nabi. Mata mereka tertidur namun tetap terjaga kalbu-kalbu mereka” [HR. al-Bukhari].

Nabi saw matanya tidur, namun qolbunya tidak tidur. Nabi saw masuk ke alam qolbu, alam yang lain, diperjalankan oleh Allah, baik ke masa depan atau masa lalu.

  • Al Mahdi itu serupa, sudah diberi ilham oleh Allah swt, apa yang akan terjadi dan masa lalu yang telah terjadi.
  • Al Mahdi bergerak dengan hidayah Allah swt, dengan tanpa grasa grusu, tanpa pengrusakan apapun, tanpa pemberontakan, pergerakannya sabar dan banyak mengalah.
    Sampai saat datangnya nanti, seijin Allah, maka Imam Al Mahdi akan muncul

Dajjal = Raja Dusta
Nama kecilnya adalah Musa, nisbatnya Samiri.

Dajjal =>Musa bin Sam’un / Dajjal bin Azazil. (Secara nutfah, sperma suaminya namun secara spirit, itu adalah spirit Azazil, jadilah anak iblis paling sakti di dunia. Maka Iblis punya anak separuh manusia, yaitu Dajjal)

Skenario Allah swt, pengulangan dari zaman dulu ketika Azazil diselamatkan oleh Malaikat Jibril dan di ajarkan oleh Malaikat Jibril. Maka Samiri/Dajjal pun diselamatkan oleh Malaikat Jibril dan dididik oleh Malaikat Jibril. Tidak heran kalau Samiri/Dajjal menjadi sakti, maka dia adalah rajanya semua tukang sihir.

Samiri/Dajjal bisa nyamar menyerupai siapapun! Satu-satunya yang ditakuti Dajjal adalah Nabi Isa.

Azazil itu diijinkan oleh Allah swt agar tubuhnya kekal.
Maka Samiri pun panjang umur dan Allah swt takdirkan akan mati dibunuh oleh Nabi Isa.

Pada zaman Nabi Isa, Samiri ini menyamar menjadi pengikut Nabi Isa dan membuat konspirasi/penyaliban. Kenapa? karena Samiri sudah diberi tahu oleh Jibril, nanti nasibmu berakhir di tanngan Isa, maka dia ingin merubah takdirnya dengan melakukan konspirasi penyaliban. Namun Allah Maha pembuat skenario. Kemudian Nabi Isa diangkat ke langit.
Maka yang dikhawatirkan adalah suatu saat Samiri pun bisa menyamar menjadi Imam Al Mahdi pula.

Karena syariat Nabi Isa belum selesai, belum sempurna, maka di akhir zaman Nabi Isa akan turun dan disempurnakan oleh syariat Nabi saw, dan memiliki tugas khusus untuk membunuh Dajjal dengan pedang khusus (rahasia Allah seperti apa pedang khusus tersebut)

Fitnah Dajjal sendiri disebut Rasulullah SAW sebagai fitnah terbesar yang ada sejak Nabi Adam as diciptakan.

مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ

Artinya: “Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya lebih besar dari Dajjal.” (HR Muslim).

Maka di setiap akhir sholat, kita selalu berdoa

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah al-masikh ad-Dajjal” (HR Muslim).

Semoga dengan memahami dan mengamalkan bacaan doa terhindar dari fitnah Dajjal dan sepuluh ayat pertama surah Al Kahfi dapat menolong dan menghindarkan diri kita dari kelompok pengikut Dajjal tersebut.

Semoga dengan pengetahuan di atas, bisa menyadarkan kita, menyadarkan saya bahwa ini adalah awal, ke depan akan lebih berat, semakin berat. Maka utamakan mempelajari Ilmu Qalbu, Ilmu Ruhani agar Allah ringankan beban-beban kita.

Aamiin yaa rabbal’alamin.

Spesial Akhir Rajab

Catatan Kajianku – Buya Dr. Arrazy Hasyim M.A

Semua nabi di Isra, di Mi’rajkan oleh Allah swt, namun yang sempurna hanya Nabi Muhammad saw.

Nabi Adam, Mi’rajnya ketika sujud, diusir dari surga.
Doa nabi Adam memohon ampunan :
(QS: Al A’Raf 23) رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.”

Nabi Yunus terlempar dalam perut ikan, itulah Mi’raj.
Doa Nabi Yunus (QS. Al Anbiya’: 87) لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Maka dengan Mi’rajnya seorang mukmin, ketika dia merasa salah di hadapan Allah swt, disaat itulah Ruhnya diangkat oleh Allah swt.
Kenapa sholat kita tidak diangkat? Karena kita belum mengaku “salah”

Kemudian Nabi Ibrahim di Mi’rajkan ketika dilempar masuk api.
Api pun menjadi dingin karena Allah swt memerintahkan untuk jadi pendingin.
Ini pula yang menjadi sejarah pertama dalam Al Quran bahwa api ditugaskan oleh Allah swt untuk menjadi pendingin bukan untuk memanaskan.
Ketika para malaikat datang untuk membantu, namun ditolak Nabi Ibrahim, jawab Nabi Ibrahim adalah حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
Artinya “Cukuplah bagi kami Allah sebagai penolong dan Dia adalah sebaik-baik pelindung”.
Maka manusia yang mengenal Allah swt akan lebih sabar dari malaikat-malaikat yang Muqarrabin, namun manusia yang tidak mengenal Allah swt akan lebih hina dari binatang ternak.

Nabi Muhammad saw di ijinkan naik ke ‘Arasy Nya, namun tidak dengan Jibril.
maka yang menjadi guru itu bukan Jibril, melainkan Rasul saw.
Malaikat hanya berhidmat pada Rasul saw.
Kemudian dipanggillah binatang tercepat di alam semesta yaitu Buraq, yang artinya kilat, dimana dia memandang terakhir, sampailah dia disana.

Sebelum Rasul saw Isra Mi’raj, seluruh nabi sejumlah 124.000 orang , ikut sholat di Masjidil Aqsa dan Rasul saw menjadi imamnya. Itulah doa setiap nabi di alam kuburnya, jadikan aku umat Muhammad saw, caranya Allah swt kembalikan Ruh mereka dan sholat di belakang Rasul saw, maka mustajablah doa semua para Nabi.
Namun karena jasad Nabi tidak ada reinkarnasi, maka Allah swt buka bab Warosatul Anbiya, pewaris para nabi. Maka di akhir zaman ini, jumlah wali-wali besar berjumlah 124.000 orang.
Dan ketika Rasul saw naik ke langit, mereka para Nabi terdahulu sudah ada di sana, karena sudah berbeda dimensi dengan Rasul saw.


Rasul saw naik Buraq diiringi Malaikat Jibril dan Mikail ke langit ke 1, Jibril mengetuk salah satu pintu, yang dijaga oleh Malaikat penjaga langit dengan sebutan Khazinussama. Penjaga pintu bertanya sosok yang bersama dengan Jibril, dan langitnya Allah swt tidak mudah dinaiki.
Penjaga langit pertama pun menyambut Muhammad sebagai utusan Allah swt. Penduduk langit merasa senang dengan kedatangan Rasul saw.

  1. Sampai di langit pertama, Rasul saw bertemu dengan Nabi Adam kemudian menyapa dan menyampaikan salam, selamat datang turunanku yang sholeh, selamat datang nabi yang sholeh.
  2. Naik ke langit kedua, Rasul saw bertemu Nabi Isa dan Yahya
  3. Naik ke langik ketiga, Rasul saw bertemu Nabi Yusuf
  4. Naik ke langit keempat, Rasul saw bertemu Nabi Idris
  5. Naik ke langit kelima, Rasul saw bertemu Nabi Harun
  6. Naik ke langit keenam, Rasul saw bertemu Nabi Musa
  7. Naik ke langit ketujuh, Rasul saw bertemu Nabi Ibrahim

Di langit ketujuh, Nabi Ibrahim sedang bersandar di Ka’bah berwarna putih.
Disana, setiap hari sesuai dengan waktu di langit ketujuh, ada 70.000 malaikat masuk dan tidak keluar lagi, kemudian mereka melakukan Tawaf dan Berdzikir.
Pahala tawaf dan pahala dzikir para malaikat ini, mereka hadiahkan untuk orang-orang mukmin yang beriman dan melakukan tawaf di muka bumi.
Kalau di bumi ada baitul Haram sebagai pusat ibadah penduduk bumi, maka di langit ada baitul Makmur, dikelilingi para malaikat.

Sampailah Rasul saw di satu pohon yang disebut Sidrat al-Muntahā , yang menandai batas tempat mahluk tidak dapat melewatinya‎, pohon di ujung, tidak ada lagi alam ciptaan di atasnya, sudah habis.
Pohon tersebut memiliki daun seperti telinga gajah, pada setiap helai daun tersebut tertulis segala sesuatu, ini disebut ‘Takdir Lauhul Mahfudz’.
Takdirnya dimulai dengan Kun. Kun nya Allah dimulai dengan Kudrat Iradat.
Kalau menggunakan Kudra Iradat, maka kita banyak yang tidak akan selamat, maka Allah geser sedikit dengan Doa. Karena Nabi dan Rasul sudah wafat, maka doa yang mustajab adalah dari pewaris nabi, para wali allah ini berdoa bukan untuk mengatur Allah, mereka berdoa minta selamat.

Sampailah Rasul saw pada tempat yang paling tinggi, lalu Jibril berkata inilah ujung dari Sidrat Al Muntaha yang boleh aku temani. Setelah ini, engkau langsung dipanggil Allah swt.
‘Arasy itu berlapis.
Menurut Imam Ibnu Arabi, menyebut 15 lapis, ada lagi yang menyebut 14 lapis.
Setiap lapisnya ada 7 tingkatan, dimana 1 tingkatannya, lebih luas dari 7 langit dan bumi. Maka wajarlah ‘Arasy itu disebut Adzim, ‘Arsyil Adzim, besarnya bukan main.

Jibril tidak boleh naik ke ‘Arasy, Rasul saw boleh.
Ruhnya para Nabi boleh naik tapi tidak sampai ke puncaknya.
pada puncaknya ‘Arasy, disitulah Rasul saw bersujud, dan menerima titah dari Allah untuk menunaikan sholat wajib 50x.
Maka yang dimaksud dengan Musyahadah (memandang Allah) bukan saling tatap, tidak akan ada yang berani. Suhud Musyahadah Rasul itu adalah sujud.

Setelah menerima titah, maka Rasul saw turun dan di langit ke 6 bertemu Nabi Musa dan menanyakan bocoran dari ‘Arasy itu apa ? dan Rasul saw menyampaik titah untuk melaksanakan sholat wajib 50 kali. Dan Nabi Musa menjawab untuk meminta keringanan.
Rasul saw itu Sayyidul Haya, sangat pemalu sementara Nabi Musa digelari Kalimullah, bicara dengan Allah. Maka ketika Nabi Musa berbicara, itu bukan Nabi Musa yang berbicara melainkan Allah melalui Musa.
Kemudian Rasul saw lima kali naik turun dan mendapatkan keringanan sampai akhirnya sholat wajib 5 kali, dan yang terakhir, Rasul saw menyampaikan pada nabi Musa, aku malu untuk naik dan ini cara Rasul saw menghargai Nabi Musa.
Kewajiban melaksanakan sholat 5 kali ini merupakan bentuk sayang Rasul saw pada umatnya, karena kalau umatku tidak ada komunikasi dalam satu harinya 5 waktu saja, maka yang terjadi adalah umatku akan berhati yang mati.

Makrifat dalam Isra Mi’raj
menurut Ulama dalam kitab-kitab ilmu makrifat, Asholatul Mi’rajul Mukmin artinya Sholat itu Mi’rajnya orang yang percaya pada Allah swt.
Apakah kita sudah Mi’raj ? yang ada ketika kita sholat, akalnya melayang ke rumah, ke perut, dll … artinya belum Mi’raj
Sebelum ada sholat, haji, umrah, baca quran, Allah swt sudah bersholawat.
berarti sholawat adalah wajib.
Maka sholat harus diakhiri dengan Sholawat, harapannya sholat yang dibawa Rasul saw itu di syafaati supaya dianggap sempurna di sisi Allah swt.
Tanpa sholawat, sholat tidak akan diangkat.

Sebelum sholat, hubungkanlah hati dan kalbu Rasul saw, itikafkan ada Rasul saw di hadapan, baru takbir.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan syafaat Rasul saw dan Allah menerima Sholat kita, Aamiin.

Design a site like this with WordPress.com
Get started