Work-Life Balance Itu Katanya, Tapi Tagihan Jalan Terus

Katanya hidup itu harus work-life balance. Kerja iya, hidup iya, biar seimbang. Teorinya cakep banget, apalagi kalau ditulis di slide motivator dengan font gede dan gambar orang yoga di pantai. Nyatanya? Seimbang dari mana? Kalau gaji sebulan cuma numpang lewat kayak iklan YouTube, siapa yang bisa sok-sokan hidup balance?

Hidup itu nggak kayak timbangan pasar yang bisa yang bisa ditambahin beban biar jarumnya pas. Hidup lebih mirip saldo rekening: manis di awal bulan, ngenes di minggu kedua, terus tinggal serpihan di minggu ketiga. Jadi kalau ada yang bilang, “Harus seimbang dong antara kerja dan hidup,” ya boleh sih, asal dia siap nraktir kopi tiap nongkrong..

Perubahan itu keniscayaan, kata para filsuf. Tapi di dunia nyata, perubahan yang paling rajin itu harga cabai sama tarif ojol. Kita bisa bikin jadwal rapi pake Google Calendar, tapi hidup punya cara sendiri buat ngerusak. Lagi Zoom meeting, eh tukang sayur lewat. Lagi deadline, anak malah ngajak main. Lagi ngetik serius, listrik mati. Ya Allah… balance dari mana coba?.

Realitanya, dunia memang nggak adil. Ada orang yang bisa healing ke Bali tiap bulan, ada juga yang healing-nya rebahan sambil scroll TikTok, itu pun kuota habis sebelum hatinya sempat sembuh. Jadi daripada maksa semua seimbang, mending jujur aja: hidup itu soal prioritas. Mana yang penting, itu duluan. Sisanya? Nunggu gilirannya, kayak antre di warung bakso pas jam makan siang.

Ambil contoh ibu bekerja. Pagi-pagi harus masak, siapin anak, masuk kerja, rapat, laporan. Pulang masih harus senyum ke suami. Bagus sih kalau bisa. Tapi kalau masakan gosong, laporan telat, anak ngamuk—apakah dunia kiamat? Enggak. Itu manusiawi. Hidup bukan lomba 17-an yang semua cabang harus dimenangin. Kadang kalah tarik tambang juga nggak apa-apa.

Generasi sekarang juga sama aja. Semua serba instan. Pengen sukses, cantik, kaya, bahagia… semua dalam sekali tekan tombol. Padahal, bahkan Indomie aja butuh lima menit direbus. Kalau nggak ada air panas? Wassalam. Jadi jangan sok-sokan pengen hidup instan sempurna, nanti ujungnya malah gosong kayak mie kelamaan di panci.

Tren populer juga nggak kalah bikin pusing. Ada jargon self-love, healing, me-time, balance. Bagus sih, tapi kalau ditelan mentah-mentah bisa bikin sakit perut. Orang sibuk ngejar self-love, tapi lupa bayar cicilan. Ngejar healing, malah stress mikirin biaya hotel. Ngejar me-time, tapi baru duduk sebentar udah dipanggil grup WA kerja. Lah, me-time di mana?

Makin ke sini, makin jelas kalau work-life balance itu mirip mantan: manis di awal, bikin senyum-senyum sendiri, tapi ujungnya nyisain sakit kepala. Jadi jangan buang energi buat cari “keseimbangan” yang nggak akan pernah ada. Mending buang energi buat nyari strategi prioritas. Mau fokus kerja? Silakan. Mau fokus keluarga? Monggo. Mau fokus nabung biar bisa beli ayam goreng tiap minggu? Itu juga prioritas. Yang salah itu kalau maksa semua harus mulus dan rapi, kayak iklan sabun.

Pada akhirnya, hidup itu bukan tentang seimbang, tapi tentang berani bilang “Oke, bulan ini prioritas gue bayar listrik dulu, healing belakangan.” Karena jujur aja, tenang pikiran itu datang bukan dari pantai Bali, tapi dari notifikasi listrik PLN yang bilang “tagihan sudah dibayar.” Jadi kalau ada yang masih ngeyel bilang “hidup harus balance,” kasih aja timbangan pasar. Suruh ukur, seimbang nggak antara gaji sama biaya hidup? Kalau belum, udah lah, jangan banyak teori. Hidup itu bukan seminar motivasi. Hidup itu warung kopi: kadang manis, kadang pahit, tapi selalu enak kalau bisa ditertawakan bareng-bareng.

Lulus adalah sebuah akibat

Alhamdulillah, setelah menunggu lebih dari sepekan, hari ini diumumkan kelulusan Diklat Pekerti Batch 13 Unpas.

Ini adalah cerita tentang Kelulusan, merupakan kelanjutan dari cerita Diklat Pekerti Batch 13 (bisa dilihat pada postingan sebelumnya di link https://wordpress.com/post/bugnie.home.blog/384 )

Lulus adalah akibat, maka lakukanlah penyebab-penyebab untuk lulus.

melalui langkah kecil ini, semoga membawa keberkahan

Saya akan bagi menjadi 3 bagian cerita,

Yang pertama, kenapa Unpas.

Tahun lalu, pengumuman tentang kampus penyelenggara PEKERTI dan AA dilakukan oleh Ditjen Dikti di bulan Juli 2021. Terdapat 57 kampus di Indonesia yang mayoritas adalah PTN masuk sebagai penyelenggara pelatihan yang diakui Kemendikbud. Dari ke 57 kampus tersebut, untuk wilayah Bandung, penyelenggaranya yaitu: Unpad, UPI dan Unpas.

Informasi awal didapat dari flyer Unpas yang diinformasikan oleh Pak Agus di grup Dosen pada tanggal 6 Des 2022 untuk Diklat Pekerti Batch 12, pelaksanaan di bulan yang sama yaitu Desember 2022. Maka keesokan hari, saya daftar dan melakukan proses pembayaran di tanggal 8 Des 2022, kemudian di arahkan untuk bergabung di grup WA untuk informasi lebih lanjut. Qodarullah kuota Batch 12 sudah full, sehingga saya masuk Batch berikutnya yaitu Batch 13, yang pelaksanaannya akan dilakukan mulai tanggal 11 Feb – 18 Feb 2023.
Maka saya menunggu 2 bulan sampai pada waktu pelaksanaannya.

Biaya untuk Diklat Pekerti ini Rp. 1.750.000

Karena proses pengambilan keputusannya cepat, sehingga saya tidak berpikir untuk mencari informasi lainnya di kampus lain. Awalnya sempat terlintas, lumayan juga ini biayanya, karena menggunakan biaya pribadi. Ternyata setelah selesai mengikuti Diklat, biaya yang dikeluarkan tidak ada apa-apanya untuk investasi guna memperoleh Ilmu dan Pengalaman yang luar biasa.

Kedua, Apa saja materi Diklat Pekerti itu.

Hari pertama pada kegiatan Bimtek, sudah diinformasikan teknis pelaksanaannya seperti apa, jadwal akan padat oleh materi dan tugas. Sudah mulai dag dig dug nih hati, apakah bisa lulus?
Terlebih, mengetahui jumlah peserta Batch 13 ini berjumlah 649 peserta, dari berbagai kampus di seluruh Indonesia, secara pendidikan dan pengalaman mereka lebih mumpuni, makin berasa kecil diri ini.
Berbekal tekad yang kuat untuk bisa mengikuti Diklat ini dengan baik, maka saya jalani semua prosesnya dengan sungguh-sungguh dan ikhlas.

Rangkaian Diklat dimulai dari 11 Feb 2023 Bimtek, dan pelaksanaan diklat tgl 13 – 18 Feb 2023, total Jam Pelatihan: 84 JP baik teori maupun praktik/penugasan, yang terdiri dari 48 JP Synchronous, 16 JP Asynchronous dan 20 JP Praktik. Seluruh kegiatan dilakukan secara daring, dan LMS (Learning Management System) telah tersedia dengan baik.

  1. Hari Pertama, Sabtu 11 Feb 2023: Pembukaan dan Bimtek
  2. Hari Kedua, Senin 13 Feb 2023: pukul 9.00 Pre-test, dilanjutkan 3 Materi (7 JP) sampai pukul 18.00, dilanjutkan pukul 19.00 Pembelajaran Mandiri (3 JP). Hari ini masih aman, masih beradaptasi dan belum ada tugas
  3. Hari Ketiga, Selasa 14 Feb 2023: pukul 7.00 – 18.00 full day 4 Materi (12 JP), dilanjutkan Pembelajaran mandiri 6 JP berdiskusi pada Forum Diskusi.
  4. Hari Keempat, Rabu 15 Feb 2023: pukul 7.00 – 12.00 2 Materi (6 JP), dilanjutkan Pembelajaran mandiri 2 JP berdiskusi pada Forum Diskusi, dan mulai mengerjakan 3 Tugas sesuai dengan materi hari ini sejumlah 6 JP.
  5. Hari Kelima, Kamis 16 Feb 2023: pukul 7.00 – 12.00 2 Materi (6 JP), dilanjutkan Pembelajaran mandiri 2 JP berdiskusi pada Forum Diskusi, dan mulai mengerjakan 2 Tugas sesuai dengan materi hari ini sejumlah 6 JP.
  6. Hari Keenam, Jumat 17 Feb 2023: pukul 6.30 – 15.30 3 Materi (9 JP), dilanjutkan Pembelajaran mandiri 3 JP berdiskusi pada Forum Diskusi, dan mulai mengerjakan 2 Tugas sesuai dengan materi hari ini sejumlah 8 JP.
  7. Hari Ketujuh, Sabtu 18 Feb 2023: pukul 6.30 – 14.00 Pelaksanaan Pembelajaran (Peer teaching) sejumlah 6JP, dilanjutkan pukul 15.00 – 18.00 Post Test dan Penutupan.

Kami belum benar-benar lega setelah penutupan Diklat ini, karena kami harus menunggu sampai pengumaman kelulusan dan sertifikatnya ada.
Akhirnya diumumkan hari ini pada tanggal 28 Februari 2023. Dari 649 peserta, peserta yang lulus berjumlah 626 orang.
Artinya ada yang tidak lulus? benar…

Ketiga, Tips

Karena kegiatan Diklat ini jadwalnya cukup padat, baiknya diikuti dengan serius dan sepenuh hati, agar hasilnya maksimal.
Alhamdulillah, ketika saya mengikuti Diklat ini, jadwal di kampus sedang libur sehingga konsentrasi tidak terpecah, hanya fokus untuk mengikuti Diklat saja.

Jaga Kesehatan, karena akan duduk berlama-lama menyimak materi yang diberikan oleh para Instruktur, dan butuh energi yang banyak untuk mengerjakan tugas hingga tuntas.

Peran keluarga sangat penting untuk memotivasi dan membantu kelancaran proses ini.

Kerjakan Tugas tepat pada waktunya, jangan di tunda sampai keesokan hari, karena tugas berikutnya sudah menanti. Kalau belum setor tugas, tim helpdesk akan selalu mengingatkan untuk segera menyetornya atau konsekuensinya adalah tidak lulus.

Aktif dalam sesi tanya jawab karena akan berpengaruh terhadap penilaian.

Walaupun saya tidak menjadi peserta terbaik, (saingannya banyak dan beraaat, hahaha), alhamdulillah bisa mendapatkan nilai yang memuaskan.

Selain mendapat Ilmu dan Pengalaman yang sangat berharga, keuntungan lain yang di dapat adalah relasi dengan rekan sesama dosen di seluruh Indonesia, bisa berkomunikasi dan berkolaborasi demi kemajuan Pendidikan Indonesia.

Itu yang dapat saya ceritakan dari pengalaman mengikuti Diklat Pekerti Batch 13 di Unpas.
Mungkin beda kampus penyelenggara, akan berbeda pula ceritanya.

Semoga bermanfaat bagi rekan dosen lainnya yang akan mengikuti Diklat Pekerti, tetap semangat dan luruskan niat.

Agar Selamat di Akhir Zaman Penuh Fitnah

Catatan Kajianku – Buya Dr. Arrazy Hasyim M.A.

‘Sesungguhnya milik Allah lah ilmu mengenai Sa’ah (hari kiamat)’, secara harfiah Sa’ah artinya waktu.

Nabi saw tidak mengetahui alam ghaib, kecuali diberi tahu oleh Allah swt dan Nabi saw menurunkan ilmu akhir zaman. Ilmu yang diturunkan bukan mengenai kapan, tapi mengenai tanda-tandanya.

“Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga matahari terbit dari sebelah barat. Maka, apabila matahari terbit dari sebelah barat, lalu manusiapun akan beriman seluruhnya. Akan tetapi, kelakukan yang demikian itu di saat tidak berguna lagi keimanan seseorang yang belum pernah beriman sebelum beriman setelah kejadian tersebut atau memang berbuat kebaikan dengan keimanan yang sudah dimilikinya itu,” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).

Ilmu Akhir zaman dibagi menjadi 2:
1. Pergerakan menyambut akhir zaman
2. Kekhalifahan di akhir zaman

Manhaj adalah metodologi / jalan yang jelas dan terang.

Nabi saw mengatakan, di akhir zaman nanti yang akan menjadi khalifah adalah orang yang “Ismu”, yang Namanya berkesesuaian dengan namaku.

Nama dalam Bahasa Arab berbeda dengan nama dalam Bahasa Indonesia, nama dalam Bahasa Indonesia artinya Nama Jasad, dan yang dimaksud Nabi saw yang berkesesuaian dengan namaku artinya tanda-tanda dan ketinggian ilmu atau derajatnya.

Sehingga tanda pada nabi saw akan terjadi pada Imam Al Mahdi.

Ketinggian ilmu atau derajat pada Nabi saw akan diberikan pada Imam Al Mahdi.
Ilmu  dalam Qolbu Nabi saw banyak yang diajarkan oleh Allah swt, antara lain:
1. Ilmu masa depan
2. Ilmu masa lalu

Al Mahdi artinya yang diberi petunjuk

  • Imam Al Mahdi akan mengalami hal yang sama seperti Nabi saw dan akan disembunyikan ke’wali’an nya oleh Allah sampai nanti pada waktunya.
    Imam Al Mahdi di balut sisi kemanusiaam untuk tidak diketahui oleh orang lain. Jadi Al Mahdi sama seperti kita, manusia biasa dan diberi ilham oleh Allah swt.
  • Al Mahdi menerima petunjuk dalam qolbunya setiap saat.
    Mimpinya adalah peng’kabar’an
    Jaganya adalah pe’makrifat’an

Dalam hadist :

“Dan Nabi saw. tertidur kedua matanya, namun hatinya tidaklah tidur. Seperti itu pulalah keadaan para nabi. Mata mereka tertidur namun tetap terjaga kalbu-kalbu mereka” [HR. al-Bukhari].

Nabi saw matanya tidur, namun qolbunya tidak tidur. Nabi saw masuk ke alam qolbu, alam yang lain, diperjalankan oleh Allah, baik ke masa depan atau masa lalu.

  • Al Mahdi itu serupa, sudah diberi ilham oleh Allah swt, apa yang akan terjadi dan masa lalu yang telah terjadi.
  • Al Mahdi bergerak dengan hidayah Allah swt, dengan tanpa grasa grusu, tanpa pengrusakan apapun, tanpa pemberontakan, pergerakannya sabar dan banyak mengalah.
    Sampai saat datangnya nanti, seijin Allah, maka Imam Al Mahdi akan muncul

Dajjal = Raja Dusta
Nama kecilnya adalah Musa, nisbatnya Samiri.

Dajjal =>Musa bin Sam’un / Dajjal bin Azazil. (Secara nutfah, sperma suaminya namun secara spirit, itu adalah spirit Azazil, jadilah anak iblis paling sakti di dunia. Maka Iblis punya anak separuh manusia, yaitu Dajjal)

Skenario Allah swt, pengulangan dari zaman dulu ketika Azazil diselamatkan oleh Malaikat Jibril dan di ajarkan oleh Malaikat Jibril. Maka Samiri/Dajjal pun diselamatkan oleh Malaikat Jibril dan dididik oleh Malaikat Jibril. Tidak heran kalau Samiri/Dajjal menjadi sakti, maka dia adalah rajanya semua tukang sihir.

Samiri/Dajjal bisa nyamar menyerupai siapapun! Satu-satunya yang ditakuti Dajjal adalah Nabi Isa.

Azazil itu diijinkan oleh Allah swt agar tubuhnya kekal.
Maka Samiri pun panjang umur dan Allah swt takdirkan akan mati dibunuh oleh Nabi Isa.

Pada zaman Nabi Isa, Samiri ini menyamar menjadi pengikut Nabi Isa dan membuat konspirasi/penyaliban. Kenapa? karena Samiri sudah diberi tahu oleh Jibril, nanti nasibmu berakhir di tanngan Isa, maka dia ingin merubah takdirnya dengan melakukan konspirasi penyaliban. Namun Allah Maha pembuat skenario. Kemudian Nabi Isa diangkat ke langit.
Maka yang dikhawatirkan adalah suatu saat Samiri pun bisa menyamar menjadi Imam Al Mahdi pula.

Karena syariat Nabi Isa belum selesai, belum sempurna, maka di akhir zaman Nabi Isa akan turun dan disempurnakan oleh syariat Nabi saw, dan memiliki tugas khusus untuk membunuh Dajjal dengan pedang khusus (rahasia Allah seperti apa pedang khusus tersebut)

Fitnah Dajjal sendiri disebut Rasulullah SAW sebagai fitnah terbesar yang ada sejak Nabi Adam as diciptakan.

مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ

Artinya: “Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya lebih besar dari Dajjal.” (HR Muslim).

Maka di setiap akhir sholat, kita selalu berdoa

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah al-masikh ad-Dajjal” (HR Muslim).

Semoga dengan memahami dan mengamalkan bacaan doa terhindar dari fitnah Dajjal dan sepuluh ayat pertama surah Al Kahfi dapat menolong dan menghindarkan diri kita dari kelompok pengikut Dajjal tersebut.

Semoga dengan pengetahuan di atas, bisa menyadarkan kita, menyadarkan saya bahwa ini adalah awal, ke depan akan lebih berat, semakin berat. Maka utamakan mempelajari Ilmu Qalbu, Ilmu Ruhani agar Allah ringankan beban-beban kita.

Aamiin yaa rabbal’alamin.

Diklat Pekerti Batch 13 – UNPAS

Setelah 6 tahun terhitung dari SK Pengangkatan sebagai Dosen Tetap, menjalani peran sebagai tenaga pendidik yang belum full, masih banyak cuti panjang karena berbenturan dengan pekerjaan lainnya. Akhirnya dengan Bismillah dan berdamai dengan diri sendiri, diputuskan untuk melakukan aktualisasi diri pada perguruan tinggi, maka awal ajaran baru 2022-2023, mulai aktif kembali di kampus.

Banyak hal berubah, dunia bergerak begitu cepat dan saya perlu banyak adaptasi juga.
Tantangan pendidikan di era global dan disruptif akan semakin kompleks. Tantangan tersebut tidak lagi berupa persaingan pengetahuan tetapi merupakan kompetisi kreativitas, imajinasi, inovasi belajar dan pemikiran yang bebas. Situasi ke depan juga akan dihadapkan pada kondisi volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas, sehingga menuntut SDM Perguruan Tinggi untuk mempunyai wawasan antar-, multidan lintas-disiplin, di samping wawasan kerja yang akan dihadapi oleh peserta didiknya/mahasiswa.


Sertifikat kompetensi merupakan pengakuan bahwa dosen dan tenaga pendidik mempunyai keterampilan dan kemampuan yang mumpuni dan sesuai standar kerja yang ditetapkan. Sertifikat kompetensi yang dimiliki oleh dosen dan tenaga pendidik menunjukkan bukti pengakuan tertulis atas kompetensi yang dikuasai. Sertifikat kompetensi dapat memastikan bahwa pemegang setifikat terjamin kredibilitasnya dalam melakukan suatu pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya

Salah satu langkah untuk meningkatkan Kompetensi ini, maka saya putuskan untuk mengikuti DIKLAT Pekerti.

Pekerti merupakan sebuah program pelatihan dari pemerintah melalui Kemdikbud yang ditujukan untuk dosen di Indonesia. 
Pekerti (Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional), yaitu program pelatihan yang dapat dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan kompetensi dosen secara profesional dalam menjalankan jabatan fungsional, terutama dalam peningkatan keterampilan pedagogis dan pengajaran.
Harapannya, dosen yang mengikuti Pekerti bisa menjadi dosen profesional saat menjalankan tugasnya. Sesuai dengan hak dan kewajiban di dalam jabatan fungsional maupun melaksanakan aktivitas tri dharma

Pedagogik atau pedagogi menurut sumber dari Wikipedia adalah ilmu atau seni dalam menjadi seorang guru yang merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran. Secara etimologi kata pedagogi berasal dari Bahasa Yunani kuno yang berarti membimbing anak.

Sebagai salah satu persyaratan kompetensi seorang pengajar kemampuan pedagogik memiliki beberapa aspek penilaian. Ada tujuh aspek yang telah dirumuskan mewakili nilai-nilai kemampuan pedagogik.

  1. Menguasai Karakteristik Peserta Didik
  2. Menguasai Teori Belajar dan Prinsip Pembelajaran yang Mendidik
  3. Pengembangan Kurikulum
  4. Kegiatan Pembelajaran yang Mendidik
  5. Pengembangan Potensi Peserta Didik
  6. Komunikasi dengan Peserta Didik
  7. Penilaian dan Evaluasi

Sebagai orang yang berlatar belakang Praktisi, terbiasa berpikir praktis dan sama sekali tidak memiliki pengetahuan pedagogi, tentu mengikuti Diklat Pekerti ini tidaklah mudah.

Alhamdulillah, saya tergabung sebagai salah satu dari 649 peserta Diklat Pekerti Batch 13 yang di adakan oleh UNPAS, sebagai salah satu Universitas dari 57 yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi  sebagai penyelenggara.

Rangkaian Diklat dimulai dari 11 Feb 2023 Bimtek, dan pelaksanaan diklat tgl 13 – 18 Feb 2023, total Jam Pelatihan : 84 JP baik teori maupun praktik/penugasan, yang terdiri dari 48 JP Synchronous, 16 JP Asynchronous dan 20 JP Praktik.

Seluruh kegiatan dilakukan secara daring, dan Unpas sebagai penyelenggara telah secara professional mengelola kegiatannya, dengan seluruh Instruktur, Fasilitator dan Helpdesk yang telah optimal melakukan upaya terbaik, sehingga seluruh peserta mendapatkan ilmu dan pengalaman yang luar biasa.

Harapannya, seluruh peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan yang diharapkan dan menerapkannya di perguruan tinggi masing masing.

  1. Kemampuan Merancang Pembelajaran (Kemampuan tentang proses pengembangan mata kuliah dalam kurikulum, pengembangan bahan ajar, serta perancangan strategi pembelajaran)
  2. Kemampuan Melaksanakan Proses Pembelajaran (Kemampuan mengenal mahasiswa (karakteristik awal dan latar belakang mahasiswa), ragam teknik dan metode pembelajaran, ragam media dan sumber belajar, serta pengelolaan proses pembelajaran)
  3. Kemampuan Menilai Proses dan Hasil Pembelajaran (Kemampuan melakukan evaluasi dan refleksi terhadap proses dan hasil belajar dengan menggunakan alat dan proses penilaian yang sahih dan terpercaya, didasarkan pada prinsip, strategi, dan prosedur penilaian yang benar, serta mengacu pada tujuan pembelajaran.)
  4. Kemampuan Memanfaatkan Hasil Penelitian untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran (Kemampuan melakukan penelitian pembelajaran serta penelitian bidang ilmu, mengintegrasikan temuan hasil penelitian untuk peningkatan kualitas pembelajaran dari sisi pengelolaan pembelajaran maupun pembelajaran bidang ilmu)

Doakan saya semoga tetap Istiqomah dalam berproses ini, dan semoga pengalaman ini bisa bermanfaat bagi yang lain..

Spesial Akhir Rajab

Catatan Kajianku – Buya Dr. Arrazy Hasyim M.A

Semua nabi di Isra, di Mi’rajkan oleh Allah swt, namun yang sempurna hanya Nabi Muhammad saw.

Nabi Adam, Mi’rajnya ketika sujud, diusir dari surga.
Doa nabi Adam memohon ampunan :
(QS: Al A’Raf 23) رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.”

Nabi Yunus terlempar dalam perut ikan, itulah Mi’raj.
Doa Nabi Yunus (QS. Al Anbiya’: 87) لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Maka dengan Mi’rajnya seorang mukmin, ketika dia merasa salah di hadapan Allah swt, disaat itulah Ruhnya diangkat oleh Allah swt.
Kenapa sholat kita tidak diangkat? Karena kita belum mengaku “salah”

Kemudian Nabi Ibrahim di Mi’rajkan ketika dilempar masuk api.
Api pun menjadi dingin karena Allah swt memerintahkan untuk jadi pendingin.
Ini pula yang menjadi sejarah pertama dalam Al Quran bahwa api ditugaskan oleh Allah swt untuk menjadi pendingin bukan untuk memanaskan.
Ketika para malaikat datang untuk membantu, namun ditolak Nabi Ibrahim, jawab Nabi Ibrahim adalah حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
Artinya “Cukuplah bagi kami Allah sebagai penolong dan Dia adalah sebaik-baik pelindung”.
Maka manusia yang mengenal Allah swt akan lebih sabar dari malaikat-malaikat yang Muqarrabin, namun manusia yang tidak mengenal Allah swt akan lebih hina dari binatang ternak.

Nabi Muhammad saw di ijinkan naik ke ‘Arasy Nya, namun tidak dengan Jibril.
maka yang menjadi guru itu bukan Jibril, melainkan Rasul saw.
Malaikat hanya berhidmat pada Rasul saw.
Kemudian dipanggillah binatang tercepat di alam semesta yaitu Buraq, yang artinya kilat, dimana dia memandang terakhir, sampailah dia disana.

Sebelum Rasul saw Isra Mi’raj, seluruh nabi sejumlah 124.000 orang , ikut sholat di Masjidil Aqsa dan Rasul saw menjadi imamnya. Itulah doa setiap nabi di alam kuburnya, jadikan aku umat Muhammad saw, caranya Allah swt kembalikan Ruh mereka dan sholat di belakang Rasul saw, maka mustajablah doa semua para Nabi.
Namun karena jasad Nabi tidak ada reinkarnasi, maka Allah swt buka bab Warosatul Anbiya, pewaris para nabi. Maka di akhir zaman ini, jumlah wali-wali besar berjumlah 124.000 orang.
Dan ketika Rasul saw naik ke langit, mereka para Nabi terdahulu sudah ada di sana, karena sudah berbeda dimensi dengan Rasul saw.


Rasul saw naik Buraq diiringi Malaikat Jibril dan Mikail ke langit ke 1, Jibril mengetuk salah satu pintu, yang dijaga oleh Malaikat penjaga langit dengan sebutan Khazinussama. Penjaga pintu bertanya sosok yang bersama dengan Jibril, dan langitnya Allah swt tidak mudah dinaiki.
Penjaga langit pertama pun menyambut Muhammad sebagai utusan Allah swt. Penduduk langit merasa senang dengan kedatangan Rasul saw.

  1. Sampai di langit pertama, Rasul saw bertemu dengan Nabi Adam kemudian menyapa dan menyampaikan salam, selamat datang turunanku yang sholeh, selamat datang nabi yang sholeh.
  2. Naik ke langit kedua, Rasul saw bertemu Nabi Isa dan Yahya
  3. Naik ke langik ketiga, Rasul saw bertemu Nabi Yusuf
  4. Naik ke langit keempat, Rasul saw bertemu Nabi Idris
  5. Naik ke langit kelima, Rasul saw bertemu Nabi Harun
  6. Naik ke langit keenam, Rasul saw bertemu Nabi Musa
  7. Naik ke langit ketujuh, Rasul saw bertemu Nabi Ibrahim

Di langit ketujuh, Nabi Ibrahim sedang bersandar di Ka’bah berwarna putih.
Disana, setiap hari sesuai dengan waktu di langit ketujuh, ada 70.000 malaikat masuk dan tidak keluar lagi, kemudian mereka melakukan Tawaf dan Berdzikir.
Pahala tawaf dan pahala dzikir para malaikat ini, mereka hadiahkan untuk orang-orang mukmin yang beriman dan melakukan tawaf di muka bumi.
Kalau di bumi ada baitul Haram sebagai pusat ibadah penduduk bumi, maka di langit ada baitul Makmur, dikelilingi para malaikat.

Sampailah Rasul saw di satu pohon yang disebut Sidrat al-Muntahā , yang menandai batas tempat mahluk tidak dapat melewatinya‎, pohon di ujung, tidak ada lagi alam ciptaan di atasnya, sudah habis.
Pohon tersebut memiliki daun seperti telinga gajah, pada setiap helai daun tersebut tertulis segala sesuatu, ini disebut ‘Takdir Lauhul Mahfudz’.
Takdirnya dimulai dengan Kun. Kun nya Allah dimulai dengan Kudrat Iradat.
Kalau menggunakan Kudra Iradat, maka kita banyak yang tidak akan selamat, maka Allah geser sedikit dengan Doa. Karena Nabi dan Rasul sudah wafat, maka doa yang mustajab adalah dari pewaris nabi, para wali allah ini berdoa bukan untuk mengatur Allah, mereka berdoa minta selamat.

Sampailah Rasul saw pada tempat yang paling tinggi, lalu Jibril berkata inilah ujung dari Sidrat Al Muntaha yang boleh aku temani. Setelah ini, engkau langsung dipanggil Allah swt.
‘Arasy itu berlapis.
Menurut Imam Ibnu Arabi, menyebut 15 lapis, ada lagi yang menyebut 14 lapis.
Setiap lapisnya ada 7 tingkatan, dimana 1 tingkatannya, lebih luas dari 7 langit dan bumi. Maka wajarlah ‘Arasy itu disebut Adzim, ‘Arsyil Adzim, besarnya bukan main.

Jibril tidak boleh naik ke ‘Arasy, Rasul saw boleh.
Ruhnya para Nabi boleh naik tapi tidak sampai ke puncaknya.
pada puncaknya ‘Arasy, disitulah Rasul saw bersujud, dan menerima titah dari Allah untuk menunaikan sholat wajib 50x.
Maka yang dimaksud dengan Musyahadah (memandang Allah) bukan saling tatap, tidak akan ada yang berani. Suhud Musyahadah Rasul itu adalah sujud.

Setelah menerima titah, maka Rasul saw turun dan di langit ke 6 bertemu Nabi Musa dan menanyakan bocoran dari ‘Arasy itu apa ? dan Rasul saw menyampaik titah untuk melaksanakan sholat wajib 50 kali. Dan Nabi Musa menjawab untuk meminta keringanan.
Rasul saw itu Sayyidul Haya, sangat pemalu sementara Nabi Musa digelari Kalimullah, bicara dengan Allah. Maka ketika Nabi Musa berbicara, itu bukan Nabi Musa yang berbicara melainkan Allah melalui Musa.
Kemudian Rasul saw lima kali naik turun dan mendapatkan keringanan sampai akhirnya sholat wajib 5 kali, dan yang terakhir, Rasul saw menyampaikan pada nabi Musa, aku malu untuk naik dan ini cara Rasul saw menghargai Nabi Musa.
Kewajiban melaksanakan sholat 5 kali ini merupakan bentuk sayang Rasul saw pada umatnya, karena kalau umatku tidak ada komunikasi dalam satu harinya 5 waktu saja, maka yang terjadi adalah umatku akan berhati yang mati.

Makrifat dalam Isra Mi’raj
menurut Ulama dalam kitab-kitab ilmu makrifat, Asholatul Mi’rajul Mukmin artinya Sholat itu Mi’rajnya orang yang percaya pada Allah swt.
Apakah kita sudah Mi’raj ? yang ada ketika kita sholat, akalnya melayang ke rumah, ke perut, dll … artinya belum Mi’raj
Sebelum ada sholat, haji, umrah, baca quran, Allah swt sudah bersholawat.
berarti sholawat adalah wajib.
Maka sholat harus diakhiri dengan Sholawat, harapannya sholat yang dibawa Rasul saw itu di syafaati supaya dianggap sempurna di sisi Allah swt.
Tanpa sholawat, sholat tidak akan diangkat.

Sebelum sholat, hubungkanlah hati dan kalbu Rasul saw, itikafkan ada Rasul saw di hadapan, baru takbir.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan syafaat Rasul saw dan Allah menerima Sholat kita, Aamiin.

Pikirkan ini ketika Mau Mulai Bikin StartUp

Mulai dari pikirkan tentang sebuah masalah yang besaaar banget, yang worth it untuk dipecahkan, yang bakal bikin dunia jadi lebih baik kalau bisa dipecahin masalahnya.

Terus, tanya sama diri sendiri, siapa yang punya masalah ini?
Kalau jawabannya cuma kamu sendiri, jangan repot-repot deh. Ga worth it.
Kalau cuma kamu yang punya masalah itu, lebih baik ke psikiater aja 🙂 lebih murah dan cepat daripada bikin StartUp.
Tapi kalau banyak yang punya masalah ini, tanyain aja sama mereka, pahami pandangan mereka tentang masalah ini.
Baru deh bikin Solusi.
Jangan malas dan cuma asal tiru bisnis orang lain.

Kenapa menyampaikan ini? biar berpikir, hehehe.

Stoikisme

Kalau ingin bahagia, harus melakukan kebaikan. Untuk mengetahui mana baik, mana buruk, maka cari ilmunya. Jangan ngarang/ cari enaknya saja.

Kalau kita tidak mengijinkan rasa sakit itu hadir, ya kita tidak akan merasa sakit. Kita punya kuasa atas respon dan tindakan orang kepada kita.
Kita tidak bisa mengontrol orang lain, orang lain itu di luar kuasa kita, namun kita dapat mengontrol diri sendiri.

Yang diperlukan itu adalah Responsif (butuh berfikir dulu), bukan reaktif (reflek dan langsung)

Amal saleh itu dasarnya ilmu. Amal saleh itu hasilnya bahagia.
Bahagia itu adalah tertatanya jiwa.
Buah dari mengamalkan satu ilmu muncullah Rasa.

Kenapa orang gelisah?
Jawabnya adalah karena jauh dari Allah.
Tapi pernahkah Allah jauh dari manusia?
Jawabnya, Allah tidak pernah jauh dari manusia.

Berarti jauh itu ada pada Rasa dan Pengetahuan.
Karena pengetahuannya tidak ada tentang Allah, maka rasanya tidak dekat dengan Allah.

Pengetahuan itu bahasa arabnya adalah Makrifat.
Kumpulannya disebut dengan Ilmu.
Jika diamalkan muncullah Rasa.

Memelihara Semangat Ibadah

Ibadah: bagaimana kita melakukan ketaatan kepada Allah.

Yang indah itu adalah bagaimana mempertahankan ibadah. Bahagia itu subjektif dan Sukses itu objektif.

Ibadah-ibadah yang kita lakukan itu bukan jaminan kita masuk surga. Kita masuk surga itu karena rahmat Allah. Amal yang dicintai Allah adalah amal yang dijaga kontinyuitasnya walaupun sedikit.

Cara memelihara semangat ibadah, diantaranya:

  1. Memperbanyak doa agar dapat beribadah
  2. Menjaga kemauan dengan kuat
  3. Sungguh-sungguh dalam melaksanakannya
  4. Bersahabat dengan orang sholeh/yang imannya baik
  5. Lingkungan yang baik

Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat menjaga semangat dalam beribadah.

Design a site like this with WordPress.com
Get started