Lulus adalah sebuah akibat

Alhamdulillah, setelah menunggu lebih dari sepekan, hari ini diumumkan kelulusan Diklat Pekerti Batch 13 Unpas.

Ini adalah cerita tentang Kelulusan, merupakan kelanjutan dari cerita Diklat Pekerti Batch 13 (bisa dilihat pada postingan sebelumnya di link https://wordpress.com/post/bugnie.home.blog/384 )

Lulus adalah akibat, maka lakukanlah penyebab-penyebab untuk lulus.

melalui langkah kecil ini, semoga membawa keberkahan

Saya akan bagi menjadi 3 bagian cerita,

Yang pertama, kenapa Unpas.

Tahun lalu, pengumuman tentang kampus penyelenggara PEKERTI dan AA dilakukan oleh Ditjen Dikti di bulan Juli 2021. Terdapat 57 kampus di Indonesia yang mayoritas adalah PTN masuk sebagai penyelenggara pelatihan yang diakui Kemendikbud. Dari ke 57 kampus tersebut, untuk wilayah Bandung, penyelenggaranya yaitu: Unpad, UPI dan Unpas.

Informasi awal didapat dari flyer Unpas yang diinformasikan oleh Pak Agus di grup Dosen pada tanggal 6 Des 2022 untuk Diklat Pekerti Batch 12, pelaksanaan di bulan yang sama yaitu Desember 2022. Maka keesokan hari, saya daftar dan melakukan proses pembayaran di tanggal 8 Des 2022, kemudian di arahkan untuk bergabung di grup WA untuk informasi lebih lanjut. Qodarullah kuota Batch 12 sudah full, sehingga saya masuk Batch berikutnya yaitu Batch 13, yang pelaksanaannya akan dilakukan mulai tanggal 11 Feb – 18 Feb 2023.
Maka saya menunggu 2 bulan sampai pada waktu pelaksanaannya.

Biaya untuk Diklat Pekerti ini Rp. 1.750.000

Karena proses pengambilan keputusannya cepat, sehingga saya tidak berpikir untuk mencari informasi lainnya di kampus lain. Awalnya sempat terlintas, lumayan juga ini biayanya, karena menggunakan biaya pribadi. Ternyata setelah selesai mengikuti Diklat, biaya yang dikeluarkan tidak ada apa-apanya untuk investasi guna memperoleh Ilmu dan Pengalaman yang luar biasa.

Kedua, Apa saja materi Diklat Pekerti itu.

Hari pertama pada kegiatan Bimtek, sudah diinformasikan teknis pelaksanaannya seperti apa, jadwal akan padat oleh materi dan tugas. Sudah mulai dag dig dug nih hati, apakah bisa lulus?
Terlebih, mengetahui jumlah peserta Batch 13 ini berjumlah 649 peserta, dari berbagai kampus di seluruh Indonesia, secara pendidikan dan pengalaman mereka lebih mumpuni, makin berasa kecil diri ini.
Berbekal tekad yang kuat untuk bisa mengikuti Diklat ini dengan baik, maka saya jalani semua prosesnya dengan sungguh-sungguh dan ikhlas.

Rangkaian Diklat dimulai dari 11 Feb 2023 Bimtek, dan pelaksanaan diklat tgl 13 – 18 Feb 2023, total Jam Pelatihan: 84 JP baik teori maupun praktik/penugasan, yang terdiri dari 48 JP Synchronous, 16 JP Asynchronous dan 20 JP Praktik. Seluruh kegiatan dilakukan secara daring, dan LMS (Learning Management System) telah tersedia dengan baik.

  1. Hari Pertama, Sabtu 11 Feb 2023: Pembukaan dan Bimtek
  2. Hari Kedua, Senin 13 Feb 2023: pukul 9.00 Pre-test, dilanjutkan 3 Materi (7 JP) sampai pukul 18.00, dilanjutkan pukul 19.00 Pembelajaran Mandiri (3 JP). Hari ini masih aman, masih beradaptasi dan belum ada tugas
  3. Hari Ketiga, Selasa 14 Feb 2023: pukul 7.00 – 18.00 full day 4 Materi (12 JP), dilanjutkan Pembelajaran mandiri 6 JP berdiskusi pada Forum Diskusi.
  4. Hari Keempat, Rabu 15 Feb 2023: pukul 7.00 – 12.00 2 Materi (6 JP), dilanjutkan Pembelajaran mandiri 2 JP berdiskusi pada Forum Diskusi, dan mulai mengerjakan 3 Tugas sesuai dengan materi hari ini sejumlah 6 JP.
  5. Hari Kelima, Kamis 16 Feb 2023: pukul 7.00 – 12.00 2 Materi (6 JP), dilanjutkan Pembelajaran mandiri 2 JP berdiskusi pada Forum Diskusi, dan mulai mengerjakan 2 Tugas sesuai dengan materi hari ini sejumlah 6 JP.
  6. Hari Keenam, Jumat 17 Feb 2023: pukul 6.30 – 15.30 3 Materi (9 JP), dilanjutkan Pembelajaran mandiri 3 JP berdiskusi pada Forum Diskusi, dan mulai mengerjakan 2 Tugas sesuai dengan materi hari ini sejumlah 8 JP.
  7. Hari Ketujuh, Sabtu 18 Feb 2023: pukul 6.30 – 14.00 Pelaksanaan Pembelajaran (Peer teaching) sejumlah 6JP, dilanjutkan pukul 15.00 – 18.00 Post Test dan Penutupan.

Kami belum benar-benar lega setelah penutupan Diklat ini, karena kami harus menunggu sampai pengumaman kelulusan dan sertifikatnya ada.
Akhirnya diumumkan hari ini pada tanggal 28 Februari 2023. Dari 649 peserta, peserta yang lulus berjumlah 626 orang.
Artinya ada yang tidak lulus? benar…

Ketiga, Tips

Karena kegiatan Diklat ini jadwalnya cukup padat, baiknya diikuti dengan serius dan sepenuh hati, agar hasilnya maksimal.
Alhamdulillah, ketika saya mengikuti Diklat ini, jadwal di kampus sedang libur sehingga konsentrasi tidak terpecah, hanya fokus untuk mengikuti Diklat saja.

Jaga Kesehatan, karena akan duduk berlama-lama menyimak materi yang diberikan oleh para Instruktur, dan butuh energi yang banyak untuk mengerjakan tugas hingga tuntas.

Peran keluarga sangat penting untuk memotivasi dan membantu kelancaran proses ini.

Kerjakan Tugas tepat pada waktunya, jangan di tunda sampai keesokan hari, karena tugas berikutnya sudah menanti. Kalau belum setor tugas, tim helpdesk akan selalu mengingatkan untuk segera menyetornya atau konsekuensinya adalah tidak lulus.

Aktif dalam sesi tanya jawab karena akan berpengaruh terhadap penilaian.

Walaupun saya tidak menjadi peserta terbaik, (saingannya banyak dan beraaat, hahaha), alhamdulillah bisa mendapatkan nilai yang memuaskan.

Selain mendapat Ilmu dan Pengalaman yang sangat berharga, keuntungan lain yang di dapat adalah relasi dengan rekan sesama dosen di seluruh Indonesia, bisa berkomunikasi dan berkolaborasi demi kemajuan Pendidikan Indonesia.

Itu yang dapat saya ceritakan dari pengalaman mengikuti Diklat Pekerti Batch 13 di Unpas.
Mungkin beda kampus penyelenggara, akan berbeda pula ceritanya.

Semoga bermanfaat bagi rekan dosen lainnya yang akan mengikuti Diklat Pekerti, tetap semangat dan luruskan niat.

Diklat Pekerti Batch 13 – UNPAS

Setelah 6 tahun terhitung dari SK Pengangkatan sebagai Dosen Tetap, menjalani peran sebagai tenaga pendidik yang belum full, masih banyak cuti panjang karena berbenturan dengan pekerjaan lainnya. Akhirnya dengan Bismillah dan berdamai dengan diri sendiri, diputuskan untuk melakukan aktualisasi diri pada perguruan tinggi, maka awal ajaran baru 2022-2023, mulai aktif kembali di kampus.

Banyak hal berubah, dunia bergerak begitu cepat dan saya perlu banyak adaptasi juga.
Tantangan pendidikan di era global dan disruptif akan semakin kompleks. Tantangan tersebut tidak lagi berupa persaingan pengetahuan tetapi merupakan kompetisi kreativitas, imajinasi, inovasi belajar dan pemikiran yang bebas. Situasi ke depan juga akan dihadapkan pada kondisi volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas, sehingga menuntut SDM Perguruan Tinggi untuk mempunyai wawasan antar-, multidan lintas-disiplin, di samping wawasan kerja yang akan dihadapi oleh peserta didiknya/mahasiswa.


Sertifikat kompetensi merupakan pengakuan bahwa dosen dan tenaga pendidik mempunyai keterampilan dan kemampuan yang mumpuni dan sesuai standar kerja yang ditetapkan. Sertifikat kompetensi yang dimiliki oleh dosen dan tenaga pendidik menunjukkan bukti pengakuan tertulis atas kompetensi yang dikuasai. Sertifikat kompetensi dapat memastikan bahwa pemegang setifikat terjamin kredibilitasnya dalam melakukan suatu pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya

Salah satu langkah untuk meningkatkan Kompetensi ini, maka saya putuskan untuk mengikuti DIKLAT Pekerti.

Pekerti merupakan sebuah program pelatihan dari pemerintah melalui Kemdikbud yang ditujukan untuk dosen di Indonesia. 
Pekerti (Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional), yaitu program pelatihan yang dapat dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan kompetensi dosen secara profesional dalam menjalankan jabatan fungsional, terutama dalam peningkatan keterampilan pedagogis dan pengajaran.
Harapannya, dosen yang mengikuti Pekerti bisa menjadi dosen profesional saat menjalankan tugasnya. Sesuai dengan hak dan kewajiban di dalam jabatan fungsional maupun melaksanakan aktivitas tri dharma

Pedagogik atau pedagogi menurut sumber dari Wikipedia adalah ilmu atau seni dalam menjadi seorang guru yang merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran. Secara etimologi kata pedagogi berasal dari Bahasa Yunani kuno yang berarti membimbing anak.

Sebagai salah satu persyaratan kompetensi seorang pengajar kemampuan pedagogik memiliki beberapa aspek penilaian. Ada tujuh aspek yang telah dirumuskan mewakili nilai-nilai kemampuan pedagogik.

  1. Menguasai Karakteristik Peserta Didik
  2. Menguasai Teori Belajar dan Prinsip Pembelajaran yang Mendidik
  3. Pengembangan Kurikulum
  4. Kegiatan Pembelajaran yang Mendidik
  5. Pengembangan Potensi Peserta Didik
  6. Komunikasi dengan Peserta Didik
  7. Penilaian dan Evaluasi

Sebagai orang yang berlatar belakang Praktisi, terbiasa berpikir praktis dan sama sekali tidak memiliki pengetahuan pedagogi, tentu mengikuti Diklat Pekerti ini tidaklah mudah.

Alhamdulillah, saya tergabung sebagai salah satu dari 649 peserta Diklat Pekerti Batch 13 yang di adakan oleh UNPAS, sebagai salah satu Universitas dari 57 yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi  sebagai penyelenggara.

Rangkaian Diklat dimulai dari 11 Feb 2023 Bimtek, dan pelaksanaan diklat tgl 13 – 18 Feb 2023, total Jam Pelatihan : 84 JP baik teori maupun praktik/penugasan, yang terdiri dari 48 JP Synchronous, 16 JP Asynchronous dan 20 JP Praktik.

Seluruh kegiatan dilakukan secara daring, dan Unpas sebagai penyelenggara telah secara professional mengelola kegiatannya, dengan seluruh Instruktur, Fasilitator dan Helpdesk yang telah optimal melakukan upaya terbaik, sehingga seluruh peserta mendapatkan ilmu dan pengalaman yang luar biasa.

Harapannya, seluruh peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan yang diharapkan dan menerapkannya di perguruan tinggi masing masing.

  1. Kemampuan Merancang Pembelajaran (Kemampuan tentang proses pengembangan mata kuliah dalam kurikulum, pengembangan bahan ajar, serta perancangan strategi pembelajaran)
  2. Kemampuan Melaksanakan Proses Pembelajaran (Kemampuan mengenal mahasiswa (karakteristik awal dan latar belakang mahasiswa), ragam teknik dan metode pembelajaran, ragam media dan sumber belajar, serta pengelolaan proses pembelajaran)
  3. Kemampuan Menilai Proses dan Hasil Pembelajaran (Kemampuan melakukan evaluasi dan refleksi terhadap proses dan hasil belajar dengan menggunakan alat dan proses penilaian yang sahih dan terpercaya, didasarkan pada prinsip, strategi, dan prosedur penilaian yang benar, serta mengacu pada tujuan pembelajaran.)
  4. Kemampuan Memanfaatkan Hasil Penelitian untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran (Kemampuan melakukan penelitian pembelajaran serta penelitian bidang ilmu, mengintegrasikan temuan hasil penelitian untuk peningkatan kualitas pembelajaran dari sisi pengelolaan pembelajaran maupun pembelajaran bidang ilmu)

Doakan saya semoga tetap Istiqomah dalam berproses ini, dan semoga pengalaman ini bisa bermanfaat bagi yang lain..

Design a site like this with WordPress.com
Get started