Tomat Cherry Rojita dan Golden Sweet

Bagi penyuka tomat cherry, mungkin sudah terbiasa melihat atau mengkonsumsi tomat cherry entah untuk campuran salad atau langsung dimakan begitu saja. Bentuknya ada yang bulat ataupun lonjong, baik berwarna orange kemerahan ataupun kuning. Hanya saja, jarang ditemukan di pasar tradisional biasa, lebih banyak ditemukan di supermarket.
Jadi, mari kita tanam sendiri, supaya bisa panen Tomat cherry …yeaayyy

Kali ini tentang 2 macam Tomat Cherry, keduanya sama sama manis, berbentuk lonjong namun berbeda warna. Rojita berwarna orange kemerahan, Golden Sweet berwarna kuning, bentuknya sedikit lebih lonjong panjang.

Bagaimana cara menanamnya? # Semai dari benih
Suka ada yang gagal tumbuh ga? # Sering ..
Lalu gimana? # Ga gimana gimana, semai lagi dan tetap semangat, haha
Semai benihnya berapa banyak? # biasanya hanya 3-5 benih saja

Semai 5 benih, tumbuh kelimanya ..alhamdulillah

Benihnya dari mana? #Beli online, hehe ..
Kenapa hanya sedikit semainya? #Semai berkala, supaya bisa panen berkala juga, sesuaikan dengan ketersediaan lahan dan kebutuhan konsumsi keluarga, Sebagian lainnya bisa dibagi bagi juga.

Ini benih yang saya gunakan, tidak ada unsur promosi, hanya sekedar berbagi pengalaman saja.

Media tanamnya apa?#Tetap pakai tanah, sekam bakar dan pupuk kandang, 1 : 1 : 1
Media tanamnya harus baru?# Tidak selalu, bisa menggunakan sisa media tanam sebelumnya, hanya perlu diperhatikan untuk mengolah terlebih dahulu. Lihat postingan sebelumnya, di link https://wordpress.com/post/bugnie.home.blog/330
Kenapa perlu rotasi tanaman di kebun? #Diantaranya untuk mengurangi intensitas serangan hama dan penyakit, untuk meningkatkan kesuburan tanah, sebagai pen’stabil’ ekosistem mikro, dan supaya bisa panen aneka sayur buah/sayur daun. Jadi buat saya di kebun dengan lahan terbatas, tanam sayur buah hanya satu, dua atau maksimal 3 pohon, itu sudah cukup. Sayur daun biasanya lebih banyak ditanam dan disemai berkala.


Baiknya pada musim apa tanam tomat? #Cenderung lebih maksimal hasilnya bila ditanam di musim kemarau atau menjelang kemarau
Kenapa? # Karena, bila ditanam di musim hujan, resiko terkena penyakit lebih besar menyerang pada daun dan buah, dibandingkan pada musim kemarau

Pupuknya apa saja? # Pupuk kandang bisa dilakukan di awal, diaduk bersama dengan media tanam, kemudian selanjutnya berkala pada masa pertumbuhan bisa diberi pupuk organic cair, dan ketika masuk fase generative/ masa berbunga, bisa diberi pupuk organic cair dari kulit pisang yang di blender, atau bisa pupuk padat kulit pisang, juga cangkang telur yg telah dihaluskan. (bisa dilihat pada postingan sebelumnya, link : https://wordpress.com/post/bugnie.home.blog/185 atau postingan lainnya pada link https://wordpress.com/post/bugnie.home.blog/228

Berapa lama dari semai sampai bisa di panen? #tergantung kondisi, tapi normalnya 2 bulan dari semai, sudah bisa mulai di panen.
Bagaimana proses panennya ? #karena ini skala rumah, lakukan bertahap saja, tidak perlu dipanen sekaligus.

Mereka akan berubah warna secara bertahap, maka pemanenan bisa dilakukan bertahap pula

Jadi tanam Tomat Cheery itu, begitu saja? #Iya, memang begitu, sederhana kan ?

Selamat menikmati hasil panen Tomat Cherry …

Happy farming.
To plant a tree is to believe in tomorrow.
Isn’t it amazing how a tiny plant can give you hope for a better future

Lulus adalah sebuah akibat

Alhamdulillah, setelah menunggu lebih dari sepekan, hari ini diumumkan kelulusan Diklat Pekerti Batch 13 Unpas.

Ini adalah cerita tentang Kelulusan, merupakan kelanjutan dari cerita Diklat Pekerti Batch 13 (bisa dilihat pada postingan sebelumnya di link https://wordpress.com/post/bugnie.home.blog/384 )

Lulus adalah akibat, maka lakukanlah penyebab-penyebab untuk lulus.

melalui langkah kecil ini, semoga membawa keberkahan

Saya akan bagi menjadi 3 bagian cerita,

Yang pertama, kenapa Unpas.

Tahun lalu, pengumuman tentang kampus penyelenggara PEKERTI dan AA dilakukan oleh Ditjen Dikti di bulan Juli 2021. Terdapat 57 kampus di Indonesia yang mayoritas adalah PTN masuk sebagai penyelenggara pelatihan yang diakui Kemendikbud. Dari ke 57 kampus tersebut, untuk wilayah Bandung, penyelenggaranya yaitu: Unpad, UPI dan Unpas.

Informasi awal didapat dari flyer Unpas yang diinformasikan oleh Pak Agus di grup Dosen pada tanggal 6 Des 2022 untuk Diklat Pekerti Batch 12, pelaksanaan di bulan yang sama yaitu Desember 2022. Maka keesokan hari, saya daftar dan melakukan proses pembayaran di tanggal 8 Des 2022, kemudian di arahkan untuk bergabung di grup WA untuk informasi lebih lanjut. Qodarullah kuota Batch 12 sudah full, sehingga saya masuk Batch berikutnya yaitu Batch 13, yang pelaksanaannya akan dilakukan mulai tanggal 11 Feb – 18 Feb 2023.
Maka saya menunggu 2 bulan sampai pada waktu pelaksanaannya.

Biaya untuk Diklat Pekerti ini Rp. 1.750.000

Karena proses pengambilan keputusannya cepat, sehingga saya tidak berpikir untuk mencari informasi lainnya di kampus lain. Awalnya sempat terlintas, lumayan juga ini biayanya, karena menggunakan biaya pribadi. Ternyata setelah selesai mengikuti Diklat, biaya yang dikeluarkan tidak ada apa-apanya untuk investasi guna memperoleh Ilmu dan Pengalaman yang luar biasa.

Kedua, Apa saja materi Diklat Pekerti itu.

Hari pertama pada kegiatan Bimtek, sudah diinformasikan teknis pelaksanaannya seperti apa, jadwal akan padat oleh materi dan tugas. Sudah mulai dag dig dug nih hati, apakah bisa lulus?
Terlebih, mengetahui jumlah peserta Batch 13 ini berjumlah 649 peserta, dari berbagai kampus di seluruh Indonesia, secara pendidikan dan pengalaman mereka lebih mumpuni, makin berasa kecil diri ini.
Berbekal tekad yang kuat untuk bisa mengikuti Diklat ini dengan baik, maka saya jalani semua prosesnya dengan sungguh-sungguh dan ikhlas.

Rangkaian Diklat dimulai dari 11 Feb 2023 Bimtek, dan pelaksanaan diklat tgl 13 – 18 Feb 2023, total Jam Pelatihan: 84 JP baik teori maupun praktik/penugasan, yang terdiri dari 48 JP Synchronous, 16 JP Asynchronous dan 20 JP Praktik. Seluruh kegiatan dilakukan secara daring, dan LMS (Learning Management System) telah tersedia dengan baik.

  1. Hari Pertama, Sabtu 11 Feb 2023: Pembukaan dan Bimtek
  2. Hari Kedua, Senin 13 Feb 2023: pukul 9.00 Pre-test, dilanjutkan 3 Materi (7 JP) sampai pukul 18.00, dilanjutkan pukul 19.00 Pembelajaran Mandiri (3 JP). Hari ini masih aman, masih beradaptasi dan belum ada tugas
  3. Hari Ketiga, Selasa 14 Feb 2023: pukul 7.00 – 18.00 full day 4 Materi (12 JP), dilanjutkan Pembelajaran mandiri 6 JP berdiskusi pada Forum Diskusi.
  4. Hari Keempat, Rabu 15 Feb 2023: pukul 7.00 – 12.00 2 Materi (6 JP), dilanjutkan Pembelajaran mandiri 2 JP berdiskusi pada Forum Diskusi, dan mulai mengerjakan 3 Tugas sesuai dengan materi hari ini sejumlah 6 JP.
  5. Hari Kelima, Kamis 16 Feb 2023: pukul 7.00 – 12.00 2 Materi (6 JP), dilanjutkan Pembelajaran mandiri 2 JP berdiskusi pada Forum Diskusi, dan mulai mengerjakan 2 Tugas sesuai dengan materi hari ini sejumlah 6 JP.
  6. Hari Keenam, Jumat 17 Feb 2023: pukul 6.30 – 15.30 3 Materi (9 JP), dilanjutkan Pembelajaran mandiri 3 JP berdiskusi pada Forum Diskusi, dan mulai mengerjakan 2 Tugas sesuai dengan materi hari ini sejumlah 8 JP.
  7. Hari Ketujuh, Sabtu 18 Feb 2023: pukul 6.30 – 14.00 Pelaksanaan Pembelajaran (Peer teaching) sejumlah 6JP, dilanjutkan pukul 15.00 – 18.00 Post Test dan Penutupan.

Kami belum benar-benar lega setelah penutupan Diklat ini, karena kami harus menunggu sampai pengumaman kelulusan dan sertifikatnya ada.
Akhirnya diumumkan hari ini pada tanggal 28 Februari 2023. Dari 649 peserta, peserta yang lulus berjumlah 626 orang.
Artinya ada yang tidak lulus? benar…

Ketiga, Tips

Karena kegiatan Diklat ini jadwalnya cukup padat, baiknya diikuti dengan serius dan sepenuh hati, agar hasilnya maksimal.
Alhamdulillah, ketika saya mengikuti Diklat ini, jadwal di kampus sedang libur sehingga konsentrasi tidak terpecah, hanya fokus untuk mengikuti Diklat saja.

Jaga Kesehatan, karena akan duduk berlama-lama menyimak materi yang diberikan oleh para Instruktur, dan butuh energi yang banyak untuk mengerjakan tugas hingga tuntas.

Peran keluarga sangat penting untuk memotivasi dan membantu kelancaran proses ini.

Kerjakan Tugas tepat pada waktunya, jangan di tunda sampai keesokan hari, karena tugas berikutnya sudah menanti. Kalau belum setor tugas, tim helpdesk akan selalu mengingatkan untuk segera menyetornya atau konsekuensinya adalah tidak lulus.

Aktif dalam sesi tanya jawab karena akan berpengaruh terhadap penilaian.

Walaupun saya tidak menjadi peserta terbaik, (saingannya banyak dan beraaat, hahaha), alhamdulillah bisa mendapatkan nilai yang memuaskan.

Selain mendapat Ilmu dan Pengalaman yang sangat berharga, keuntungan lain yang di dapat adalah relasi dengan rekan sesama dosen di seluruh Indonesia, bisa berkomunikasi dan berkolaborasi demi kemajuan Pendidikan Indonesia.

Itu yang dapat saya ceritakan dari pengalaman mengikuti Diklat Pekerti Batch 13 di Unpas.
Mungkin beda kampus penyelenggara, akan berbeda pula ceritanya.

Semoga bermanfaat bagi rekan dosen lainnya yang akan mengikuti Diklat Pekerti, tetap semangat dan luruskan niat.

Lanjutan cerita sebelumnya nih, yaitu Kompos!

Ternyata cerita tentang Kompos belum di posting di sini, upss.
Baiklah, mari bercerita sejenak tentang bagaimana membuat Kompos.

Mengompos merupakan manajemen sampah organik yang terbaik. Banyak yang mengira mengompos itu sulit dan ribet. Sebetulnya, mengompos itu mudah dan hanya persoalan membiasakan diri.

Beberapa manfaat dari Kompos yang bisa didapatkan, antara lain:
1. Mengurangi jejak Karbon Dari Kendaraan Pengangkut Sampah
2. Bersyukur Dengan Proses Alami Alam
3. Menutrisi Tanah dan Makhluk Didalamnya
4. Meringankan Beban TPA
5. Menghasilkan Tanaman yang Baik dan Subur
6. Mengurangi Biaya Angkut Sampah
7. Mengurangi Efek Gas Rumah Kaca dan Perubahan Iklim
dan lain sebagainya.

Ada banyak alasan baik untuk kita mengelola sampah organik di rumah.

Yuk ngompos di rumah, minimal kita bertanggung jawab dengan sampah sendiri dari dapur.

Pada dasarnya, kompos adalah hasil penguraian segala sisa organik yang kita hasilkan. Ketika diuraikan dengan baik, kompos akan berfungsi menyuburkan tanah. Kalau tanahnya subur, tanaman pun tumbuh subur. Jadi, dengan melakukan kompos, supply bahan makanan kita akan terjaga.

Prinsipnya, komposter itu adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah organik agar tidak bertebaran kemana mana.

Dari sekian banyak cara membuat kompos, dan dari sekian banyak cara yang telah dicoba untuk membuat kompos, kali ini sedikit berbagi cerita membuat kompos dengan menggunakan Compost Bag easy grow, material uv resistance, berwarna Hijau tua. Saya pilih yang jumbo, muat 200 liter. Bagian atas memiliki resleting yang bisa di buka tutup, dan di bagian sisi bawah memiliki jendela untuk panen kompos nantinya.

Karena diniatkan untuk jangka panjang, jadi ukuran compost bag nya besar, dan tekniknya tidak menggunakan lubang pembuangan air lindi dan tidak diaduk. Sampah dimasukkan dicicil seadanya, juga sampah kadang di cacah, kadang tidak.

Bahan yg digunakan :
Compost bag, aktivator utk mempercepat proses pengomposan (misal EM4 atau bikin sendiri dari air cucian beras, bonggol pisang, poc, dll), dan sampah organik

Proses membuat kompos dengan menggunakan Compost Bag 200 liter

Apa saja yg boleh masuk dalam komposter?

  • bahan yg kaya akan nitrogen atau sampah hijau dan mudah busuk, seperti daun daun sayuran.
  • jenis intermediate, sampah yg lebih lama membusuk, seperti bonggol sayuran, bonggol pisang, kulit buah, ampas teh, daun daun yg di pruning, dll
  • jenis hi carbon atau sampah coklat, lambat membusuk, seperti ranting pohon, daun mangga, daun jambu, kertas bekas, dus, karton bekas telur, dll. Bisa juga ditambahkan tanah, tanah bekas media tanam, pupuk kandang.

Bagaimana cara memulai mengisi compost bag ?

  • bagian pertama, beri tanah sebagai lapisan terbawah sekitar 5 cm
  • lalu, bisa diisi dengan sampah hijau atau sampah dapur
  • setelah sampah hijau, kemudian tutup dengan sampah coklat, dengan porsi lebih banyak dari sampah hijau
  • siram oleh air aktivator
    Lakukan berulang sampai compost bag tersebut penuh.

Apa yg Tidak boleh masuk dalam komposter?

  • sampah hewani (daging dagingan, tulang dll) kecuali cangkang telur. Karena akan menimbulkan bau yg sangat menyengat dan mengundang serangga.
  • kotoran hewan karnivora (misal kotoran kucing)
  • plastik, kaleng, kain .. tidak bisa terurai.
  • bagian tanaman yg terinfeksi penyakit.

Tips mempercepat proses pengomposan: (tidak berlaku untuk cara pengomposan yg saya lakukan nih, karena cara saya mengisi nya dengan mencicil dan tanpa diaduk πŸ™‚ )

  • sampah sekaligus dimasukkan dalam komposter, proses pembusukkan bisa berlangsung bersamaan.
  • semakin kecil sampah, semakin cepat terurai
  • usahakan tetap hangat
  • diaduk secara berkala agar oksigen masuk secara merata
  • komposisi sampah coklat harus lebih banyak dari sampah hijau. 70 : 30

Berapa lama kompos akan jadi dan siap untuk digunakan?

  • ini akan bervariasi, satu komposter akan berbeda dengan komposter lainnya, tergantung dari jumlahnya, bahan bahan yg dimasukkan, suhu, kelembaban, komposisi sampah hijau dan coklat.

Umumnya sih mulai dari 3 bulan sampai 1 tahun.
Panen kompos dapat dilakukan secara bertahap. Pada bagian bawah compost bag ini ada jendelanya yang bisa di buka tutup, jadi setelah beberapa bulan sampah organik ini terurai, maka komposnya bisa di panen.
Setelah di panen, angin anginkan dulu supaya proses pengomposan nya berhenti, setelah 1 pekan baru siap untuk digunakan.

Komposter ini tidak bau sampah/ tidak menyengat sama sekali. Disimpan di luar dibawah pohon mangga.

Setelah beberapa bulan compost bag pertama penuh, maka saya mulai membuat yang kedua, kali ini menggunakan compost bag yang lebih kecil dengan ukuran 80 liter.

Compost bag yang sudah penuh, dalam beberapa waktu kemudian akan menyusut, dan bisa isi kembali di atasnya.

Bagaimana, ada yang tertarik untuk mencoba ?
Semoga hal kecil yang dilakukan dengan sepenuh hati, dapat membawa kebaikan. Semoga teman teman termotivasi juga.

Pikirkan ini ketika Mau Mulai Bikin StartUp

Mulai dari pikirkan tentang sebuah masalah yang besaaar banget, yang worth it untuk dipecahkan, yang bakal bikin dunia jadi lebih baik kalau bisa dipecahin masalahnya.

Terus, tanya sama diri sendiri, siapa yang punya masalah ini?
Kalau jawabannya cuma kamu sendiri, jangan repot-repot deh. Ga worth it.
Kalau cuma kamu yang punya masalah itu, lebih baik ke psikiater aja πŸ™‚ lebih murah dan cepat daripada bikin StartUp.
Tapi kalau banyak yang punya masalah ini, tanyain aja sama mereka, pahami pandangan mereka tentang masalah ini.
Baru deh bikin Solusi.
Jangan malas dan cuma asal tiru bisnis orang lain.

Kenapa menyampaikan ini? biar berpikir, hehehe.

Daur Ulang Media Tanam Polybag

Cerita sedikit tentang daur ulang media tanam polybag yaa,

Media tanam yang sudah ditanami, bisa digunakan untuk penanaman selanjutnya, karena tidak mungkin selalu membeli media tanam baru. Namun untuk mempertahankan nutrisi/unsur hara, perlu dilakukan pengolahan pada media tanam tersebut.

Yang dilakukan adalah membongkar media tanam lama, kemudian di jemur. Lakukan saat panas/tidak kehujanan. Sisa akar dan tanaman lama kalau tidak kena penyakit, dicacah kemudian masuk ke compost bin, nah bicara kompos, telah di posting di cerita terpisah yaa.

Jemur minimal 4 hari, supaya sisa patogen, bakteri dll bisa hilang. Selanjutnya bisa mulai di campur kembali dengan penambahan pupuk kandang, kompos atau sekam bakar.

Saat ini saya hanya menambahkan pupuk kandang saja, karena media masih sangat poros, sekam bakar dan arang masih cukup sehingga tdk perlu ditambahkan lagi. Kompos sedang tidak punya stok, jadi ga ditambah kompos deh.

Polybag lama bisa digunakan kembali, biasanya saya cuci bersih dulu supaya tdk ada sisa patogen dari penanaman sebelumnya.

Penggunaan ukuran polybag dapat di sesuaikan dengan tanaman yg akan di tanam.

Untuk sayuran daun yg cepat dipanen, bisa gunakan ukuran kecil.

Untuk sayuran buah yang lebih lama masa panennya, gunakan ukuran lebih besar.

Setelah media tanam baru di aduk rata, masukkan ke polybag, siram lalu pindahkan bibit yg sudah siap pindah tanam.

Karena keterbatasan lahan, media, dan lainnya berbanding terbalik dengan keinginan segala macem sayuran, jadi semai benihnya sedikit aja, supaya cukup.

Semoga bermanfaat dan semangat berkebun ya teman teman.

Microgreens

Microgreens adalah bibit sayuran yang dipanen saat masih sangat muda, berkisar 7-14 hari setelah mulai berkecambah dan muncul daun mudanya. Tergantung dari jenisnya.

Ada 5 macam microgreens pada gambar:

  • kiri atas bunga matahari, 4 hari dari semai, masih daun lembaga atau kotiledon. Akan dipanen setelah muncul daun sejati.
  • 3 pot putih : Chia, Kailan (Chinese Kale), Pakcoy
  • di tray hijau, kiri bawah adalah kacang hijau

Cara panennya, digunting saja. Cuci bersih. Bisa langsung dikonsumsi, untuk salad atau untuk garnish.

Bagaimana rasanya? hmmm

  • Bunga matahari …ada rasa nutty, ada rasa bayamnya juga, seru.
  • Kacang hijau , rasanya beda dengan bunga matahari tapi tidak kalah unik, sama serunya.
  • Chia, penampilannya seperti kemangi, tapi rasanya tidak seperti kemangi/basil, yg ini ringan.
  • Pakcoy, batangnya putih dengan daun hijau muda, rasanya juga ringan.
  • Kailan, batangnya kemerahan dan daun lebih hijau dibanding pakcoy, rasanya aduh apa ya, ko ga bisa deskripsikannya, yang jelas lebih kuat daripada pakcoy deh, hehe.

Kenapa Microgreens ? πŸ™‚ Karena ….

  • 1. Tampilan visual yg mungil, menggoda dan kaya warna

2. Memberikan sensasi rasa baru yg lebih intens dengan tekstur renyah dan unik.

3. Punya nilai nutrisi 30 persen lebih banyak dibanding sayuran biasa

Makannya gimana itu pohon kecil alias Microgreens? ☺️

Bisa sebagai garnish, atau campuran temennya salad.

Rasanya kalau dicampur dengan teman temannya, jadi ga berasa aslinya.

Kalau mau, makan aja langsung tanpa teman teman lainnya, akan ada sensasi rasa tersendiri yang unik.

Selamat mencoba.

Design a site like this with WordPress.com
Get started