Ternyata cerita tentang Kompos belum di posting di sini, upss.
Baiklah, mari bercerita sejenak tentang bagaimana membuat Kompos.
Mengompos merupakan manajemen sampah organik yang terbaik. Banyak yang mengira mengompos itu sulit dan ribet. Sebetulnya, mengompos itu mudah dan hanya persoalan membiasakan diri.
Beberapa manfaat dari Kompos yang bisa didapatkan, antara lain:
1. Mengurangi jejak Karbon Dari Kendaraan Pengangkut Sampah
2. Bersyukur Dengan Proses Alami Alam
3. Menutrisi Tanah dan Makhluk Didalamnya
4. Meringankan Beban TPA
5. Menghasilkan Tanaman yang Baik dan Subur
6. Mengurangi Biaya Angkut Sampah
7. Mengurangi Efek Gas Rumah Kaca dan Perubahan Iklim
dan lain sebagainya.
Ada banyak alasan baik untuk kita mengelola sampah organik di rumah.
Yuk ngompos di rumah, minimal kita bertanggung jawab dengan sampah sendiri dari dapur.
Pada dasarnya, kompos adalah hasil penguraian segala sisa organik yang kita hasilkan. Ketika diuraikan dengan baik, kompos akan berfungsi menyuburkan tanah. Kalau tanahnya subur, tanaman pun tumbuh subur. Jadi, dengan melakukan kompos, supply bahan makanan kita akan terjaga.
Prinsipnya, komposter itu adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah organik agar tidak bertebaran kemana mana.
Dari sekian banyak cara membuat kompos, dan dari sekian banyak cara yang telah dicoba untuk membuat kompos, kali ini sedikit berbagi cerita membuat kompos dengan menggunakan Compost Bag easy grow, material uv resistance, berwarna Hijau tua. Saya pilih yang jumbo, muat 200 liter. Bagian atas memiliki resleting yang bisa di buka tutup, dan di bagian sisi bawah memiliki jendela untuk panen kompos nantinya.
Karena diniatkan untuk jangka panjang, jadi ukuran compost bag nya besar, dan tekniknya tidak menggunakan lubang pembuangan air lindi dan tidak diaduk. Sampah dimasukkan dicicil seadanya, juga sampah kadang di cacah, kadang tidak.
Bahan yg digunakan :
Compost bag, aktivator utk mempercepat proses pengomposan (misal EM4 atau bikin sendiri dari air cucian beras, bonggol pisang, poc, dll), dan sampah organik

Proses membuat kompos dengan menggunakan Compost Bag 200 liter
Apa saja yg boleh masuk dalam komposter?
- bahan yg kaya akan nitrogen atau sampah hijau dan mudah busuk, seperti daun daun sayuran.
- jenis intermediate, sampah yg lebih lama membusuk, seperti bonggol sayuran, bonggol pisang, kulit buah, ampas teh, daun daun yg di pruning, dll
- jenis hi carbon atau sampah coklat, lambat membusuk, seperti ranting pohon, daun mangga, daun jambu, kertas bekas, dus, karton bekas telur, dll. Bisa juga ditambahkan tanah, tanah bekas media tanam, pupuk kandang.
Bagaimana cara memulai mengisi compost bag ?
- bagian pertama, beri tanah sebagai lapisan terbawah sekitar 5 cm
- lalu, bisa diisi dengan sampah hijau atau sampah dapur
- setelah sampah hijau, kemudian tutup dengan sampah coklat, dengan porsi lebih banyak dari sampah hijau
- siram oleh air aktivator
Lakukan berulang sampai compost bag tersebut penuh.
Apa yg Tidak boleh masuk dalam komposter?
- sampah hewani (daging dagingan, tulang dll) kecuali cangkang telur. Karena akan menimbulkan bau yg sangat menyengat dan mengundang serangga.
- kotoran hewan karnivora (misal kotoran kucing)
- plastik, kaleng, kain .. tidak bisa terurai.
- bagian tanaman yg terinfeksi penyakit.
Tips mempercepat proses pengomposan: (tidak berlaku untuk cara pengomposan yg saya lakukan nih, karena cara saya mengisi nya dengan mencicil dan tanpa diaduk
)
- sampah sekaligus dimasukkan dalam komposter, proses pembusukkan bisa berlangsung bersamaan.
- semakin kecil sampah, semakin cepat terurai
- usahakan tetap hangat
- diaduk secara berkala agar oksigen masuk secara merata
- komposisi sampah coklat harus lebih banyak dari sampah hijau. 70 : 30
Berapa lama kompos akan jadi dan siap untuk digunakan?
- ini akan bervariasi, satu komposter akan berbeda dengan komposter lainnya, tergantung dari jumlahnya, bahan bahan yg dimasukkan, suhu, kelembaban, komposisi sampah hijau dan coklat.
Umumnya sih mulai dari 3 bulan sampai 1 tahun.
Panen kompos dapat dilakukan secara bertahap. Pada bagian bawah compost bag ini ada jendelanya yang bisa di buka tutup, jadi setelah beberapa bulan sampah organik ini terurai, maka komposnya bisa di panen.
Setelah di panen, angin anginkan dulu supaya proses pengomposan nya berhenti, setelah 1 pekan baru siap untuk digunakan.
Komposter ini tidak bau sampah/ tidak menyengat sama sekali. Disimpan di luar dibawah pohon mangga.
Setelah beberapa bulan compost bag pertama penuh, maka saya mulai membuat yang kedua, kali ini menggunakan compost bag yang lebih kecil dengan ukuran 80 liter.

Compost bag yang sudah penuh, dalam beberapa waktu kemudian akan menyusut, dan bisa isi kembali di atasnya.
Bagaimana, ada yang tertarik untuk mencoba ?
Semoga hal kecil yang dilakukan dengan sepenuh hati, dapat membawa kebaikan. Semoga teman teman termotivasi juga.