Berkebun kembali

Setelah banyak aktivitas lain yang lalu lalang dan membuat penat, sehingga terbengkalailah apa yang disukai adalah sebuah perjuangan. Maka tempat kembali yang baik adalah bersama mereka, barisan para hijau. Yes, berkebun kembali.

Menanam harapan kembali dan tetap belajar tentang kesabaran dan ketekunan.

Benihnya sisa taun taun sebelumnya, tetap disimpan di dalam wadah tertutup, dan tempatkan dalam kulkas. Walaupun sudah expired, insya allah tetep tumbuh, Alhamdulillah.

semai dengan media tanam seadanya, belum punya pupuk kandang, kompos dan poc.

Ketika tidak dirawat, hasilnya adalah kekacauan, hehehe. Lengkap dengan musim kemarau panjang, membuat tanaman semuanya tewas, tidak bersisa. Sedih ketika tiba di rumah setelah beperjalanan lama, yang didapat adalah tanaman kering semua, hadududu…
Yang agak berat dilakukan adalah mengolah kembali media tanam, membersihkan semua rumput dan tanaman kering, menyiapkan kembali media tanam yang terbatas pula, tapi tenang, semangat tanpa batas.

kehancuran yang hakiki, haduh halah ini sih

Dimulai tanggal 26 Agustus, bebenah setiap hari tetap dikerjakan, tidak ngoyo, semampunya. Menyesuaikan dengan cuaca dan suhu yang ekstrim. Semuanya berproses. Ketekunan pada dasarnya tidak disukai oleh hawa nafsu manusia. Maka butuh bersabar untuk dapat berusaha dan terus mencoba lagi walaupun berkali-kali gagal. Kesabaran itu sulit, kecuali orang yang dirahmati oleh Allah. Maka saya banyak berdoa memohon pertolongan kepada Allah dalam setiap hal, termasuk berkebun kembali.

Para bayi hijau sudah mulai tersenyum, sama seperti saya, tersenyum melihat mereka

Dan sebulan kemudian, 26 September sudah mulai terlihat lebih rapi, meskipun tanamannya belum terlihat menghijau karena masih bayi, dan banyak benih yang belum muncul daun sejatinya, karena semua dikerjakan bertahap dan akan terus dikerjakan. Semoga kedepannya bisa lebih konsisten yaa, itu satu kata yang syulit sekali dilakukan untuk berkebun, karena banyak belokan sana sini yang harus dilalui dan dilakukan, hahaha.

tetap belajar berkebun, belajar tentang kesabaran dan ketekunan

Tanam sehingga hatimu sendiri akan tumbuh.

Gardening simply does not allow one to be mentally old, because too many hopes and dreams are yet to be realized.” – Allan Armitage

Semoga Allah mudahkan kita berkarya dan menjauhkan kita dari hidup yang tidak bermanfaat dan tak berkarya, sehingga isinya bukan hanya keluhan dan hal tak penting. Karena akal fikiran manusia jauh lebih canggih.

Tanam sekarang, supaya bisa panen esok hari.

Tomat Cherry Rojita dan Golden Sweet

Bagi penyuka tomat cherry, mungkin sudah terbiasa melihat atau mengkonsumsi tomat cherry entah untuk campuran salad atau langsung dimakan begitu saja. Bentuknya ada yang bulat ataupun lonjong, baik berwarna orange kemerahan ataupun kuning. Hanya saja, jarang ditemukan di pasar tradisional biasa, lebih banyak ditemukan di supermarket.
Jadi, mari kita tanam sendiri, supaya bisa panen Tomat cherry …yeaayyy

Kali ini tentang 2 macam Tomat Cherry, keduanya sama sama manis, berbentuk lonjong namun berbeda warna. Rojita berwarna orange kemerahan, Golden Sweet berwarna kuning, bentuknya sedikit lebih lonjong panjang.

Bagaimana cara menanamnya? # Semai dari benih
Suka ada yang gagal tumbuh ga? # Sering ..
Lalu gimana? # Ga gimana gimana, semai lagi dan tetap semangat, haha
Semai benihnya berapa banyak? # biasanya hanya 3-5 benih saja

Semai 5 benih, tumbuh kelimanya ..alhamdulillah

Benihnya dari mana? #Beli online, hehe ..
Kenapa hanya sedikit semainya? #Semai berkala, supaya bisa panen berkala juga, sesuaikan dengan ketersediaan lahan dan kebutuhan konsumsi keluarga, Sebagian lainnya bisa dibagi bagi juga.

Ini benih yang saya gunakan, tidak ada unsur promosi, hanya sekedar berbagi pengalaman saja.

Media tanamnya apa?#Tetap pakai tanah, sekam bakar dan pupuk kandang, 1 : 1 : 1
Media tanamnya harus baru?# Tidak selalu, bisa menggunakan sisa media tanam sebelumnya, hanya perlu diperhatikan untuk mengolah terlebih dahulu. Lihat postingan sebelumnya, di link https://wordpress.com/post/bugnie.home.blog/330
Kenapa perlu rotasi tanaman di kebun? #Diantaranya untuk mengurangi intensitas serangan hama dan penyakit, untuk meningkatkan kesuburan tanah, sebagai pen’stabil’ ekosistem mikro, dan supaya bisa panen aneka sayur buah/sayur daun. Jadi buat saya di kebun dengan lahan terbatas, tanam sayur buah hanya satu, dua atau maksimal 3 pohon, itu sudah cukup. Sayur daun biasanya lebih banyak ditanam dan disemai berkala.


Baiknya pada musim apa tanam tomat? #Cenderung lebih maksimal hasilnya bila ditanam di musim kemarau atau menjelang kemarau
Kenapa? # Karena, bila ditanam di musim hujan, resiko terkena penyakit lebih besar menyerang pada daun dan buah, dibandingkan pada musim kemarau

Pupuknya apa saja? # Pupuk kandang bisa dilakukan di awal, diaduk bersama dengan media tanam, kemudian selanjutnya berkala pada masa pertumbuhan bisa diberi pupuk organic cair, dan ketika masuk fase generative/ masa berbunga, bisa diberi pupuk organic cair dari kulit pisang yang di blender, atau bisa pupuk padat kulit pisang, juga cangkang telur yg telah dihaluskan. (bisa dilihat pada postingan sebelumnya, link : https://wordpress.com/post/bugnie.home.blog/185 atau postingan lainnya pada link https://wordpress.com/post/bugnie.home.blog/228

Berapa lama dari semai sampai bisa di panen? #tergantung kondisi, tapi normalnya 2 bulan dari semai, sudah bisa mulai di panen.
Bagaimana proses panennya ? #karena ini skala rumah, lakukan bertahap saja, tidak perlu dipanen sekaligus.

Mereka akan berubah warna secara bertahap, maka pemanenan bisa dilakukan bertahap pula

Jadi tanam Tomat Cheery itu, begitu saja? #Iya, memang begitu, sederhana kan ?

Selamat menikmati hasil panen Tomat Cherry …

Happy farming.
To plant a tree is to believe in tomorrow.
Isn’t it amazing how a tiny plant can give you hope for a better future

Lanjutan cerita sebelumnya nih, yaitu Kompos!

Ternyata cerita tentang Kompos belum di posting di sini, upss.
Baiklah, mari bercerita sejenak tentang bagaimana membuat Kompos.

Mengompos merupakan manajemen sampah organik yang terbaik. Banyak yang mengira mengompos itu sulit dan ribet. Sebetulnya, mengompos itu mudah dan hanya persoalan membiasakan diri.

Beberapa manfaat dari Kompos yang bisa didapatkan, antara lain:
1. Mengurangi jejak Karbon Dari Kendaraan Pengangkut Sampah
2. Bersyukur Dengan Proses Alami Alam
3. Menutrisi Tanah dan Makhluk Didalamnya
4. Meringankan Beban TPA
5. Menghasilkan Tanaman yang Baik dan Subur
6. Mengurangi Biaya Angkut Sampah
7. Mengurangi Efek Gas Rumah Kaca dan Perubahan Iklim
dan lain sebagainya.

Ada banyak alasan baik untuk kita mengelola sampah organik di rumah.

Yuk ngompos di rumah, minimal kita bertanggung jawab dengan sampah sendiri dari dapur.

Pada dasarnya, kompos adalah hasil penguraian segala sisa organik yang kita hasilkan. Ketika diuraikan dengan baik, kompos akan berfungsi menyuburkan tanah. Kalau tanahnya subur, tanaman pun tumbuh subur. Jadi, dengan melakukan kompos, supply bahan makanan kita akan terjaga.

Prinsipnya, komposter itu adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah organik agar tidak bertebaran kemana mana.

Dari sekian banyak cara membuat kompos, dan dari sekian banyak cara yang telah dicoba untuk membuat kompos, kali ini sedikit berbagi cerita membuat kompos dengan menggunakan Compost Bag easy grow, material uv resistance, berwarna Hijau tua. Saya pilih yang jumbo, muat 200 liter. Bagian atas memiliki resleting yang bisa di buka tutup, dan di bagian sisi bawah memiliki jendela untuk panen kompos nantinya.

Karena diniatkan untuk jangka panjang, jadi ukuran compost bag nya besar, dan tekniknya tidak menggunakan lubang pembuangan air lindi dan tidak diaduk. Sampah dimasukkan dicicil seadanya, juga sampah kadang di cacah, kadang tidak.

Bahan yg digunakan :
Compost bag, aktivator utk mempercepat proses pengomposan (misal EM4 atau bikin sendiri dari air cucian beras, bonggol pisang, poc, dll), dan sampah organik

Proses membuat kompos dengan menggunakan Compost Bag 200 liter

Apa saja yg boleh masuk dalam komposter?

  • bahan yg kaya akan nitrogen atau sampah hijau dan mudah busuk, seperti daun daun sayuran.
  • jenis intermediate, sampah yg lebih lama membusuk, seperti bonggol sayuran, bonggol pisang, kulit buah, ampas teh, daun daun yg di pruning, dll
  • jenis hi carbon atau sampah coklat, lambat membusuk, seperti ranting pohon, daun mangga, daun jambu, kertas bekas, dus, karton bekas telur, dll. Bisa juga ditambahkan tanah, tanah bekas media tanam, pupuk kandang.

Bagaimana cara memulai mengisi compost bag ?

  • bagian pertama, beri tanah sebagai lapisan terbawah sekitar 5 cm
  • lalu, bisa diisi dengan sampah hijau atau sampah dapur
  • setelah sampah hijau, kemudian tutup dengan sampah coklat, dengan porsi lebih banyak dari sampah hijau
  • siram oleh air aktivator
    Lakukan berulang sampai compost bag tersebut penuh.

Apa yg Tidak boleh masuk dalam komposter?

  • sampah hewani (daging dagingan, tulang dll) kecuali cangkang telur. Karena akan menimbulkan bau yg sangat menyengat dan mengundang serangga.
  • kotoran hewan karnivora (misal kotoran kucing)
  • plastik, kaleng, kain .. tidak bisa terurai.
  • bagian tanaman yg terinfeksi penyakit.

Tips mempercepat proses pengomposan: (tidak berlaku untuk cara pengomposan yg saya lakukan nih, karena cara saya mengisi nya dengan mencicil dan tanpa diaduk 🙂 )

  • sampah sekaligus dimasukkan dalam komposter, proses pembusukkan bisa berlangsung bersamaan.
  • semakin kecil sampah, semakin cepat terurai
  • usahakan tetap hangat
  • diaduk secara berkala agar oksigen masuk secara merata
  • komposisi sampah coklat harus lebih banyak dari sampah hijau. 70 : 30

Berapa lama kompos akan jadi dan siap untuk digunakan?

  • ini akan bervariasi, satu komposter akan berbeda dengan komposter lainnya, tergantung dari jumlahnya, bahan bahan yg dimasukkan, suhu, kelembaban, komposisi sampah hijau dan coklat.

Umumnya sih mulai dari 3 bulan sampai 1 tahun.
Panen kompos dapat dilakukan secara bertahap. Pada bagian bawah compost bag ini ada jendelanya yang bisa di buka tutup, jadi setelah beberapa bulan sampah organik ini terurai, maka komposnya bisa di panen.
Setelah di panen, angin anginkan dulu supaya proses pengomposan nya berhenti, setelah 1 pekan baru siap untuk digunakan.

Komposter ini tidak bau sampah/ tidak menyengat sama sekali. Disimpan di luar dibawah pohon mangga.

Setelah beberapa bulan compost bag pertama penuh, maka saya mulai membuat yang kedua, kali ini menggunakan compost bag yang lebih kecil dengan ukuran 80 liter.

Compost bag yang sudah penuh, dalam beberapa waktu kemudian akan menyusut, dan bisa isi kembali di atasnya.

Bagaimana, ada yang tertarik untuk mencoba ?
Semoga hal kecil yang dilakukan dengan sepenuh hati, dapat membawa kebaikan. Semoga teman teman termotivasi juga.

Strawberry

Salah satu dari sekian banyak tanaman buah ter’favorit’ adalah Strawberry.
Mereka tuh baiikkk banget, tahan banting ketika lupa tidak disiram, tidak disapa, tidak dirawat, mereka tetap bertahan dan ketika dirawat sepenuh hati, mereka berbakti luar biasa, rajin berbuah.

Strawberry adalah tanaman subtropis dari jenis Fragaria, yang tumbuh baik pada daerah dataran tinggi antara 1000-1500 mdpl dan perlu sinar matahari cukup banyak, namun perlu kelembaban tinggi.

Walaupun tempat tinggal saya hanya sekitar 650 mdpl, tidak menghalangi saya untuk menanam strawberry dan kenyataannya mereka tetap tumbuh dengan baik.

Tanaman strawberry mudah untuk tumbuh dan tidak rewel untuk perawatannya. Rutin semprot pestisida nabati dibawah daun untuk mengendalikan hama.

Saran agar tanaman strawberry cepat berbuah, diantaranya:

  1. Penyiraman, tanaman ini sensitif dengan ketersediaan air
  2. Pemupukan, lakukan secara rutin
  3. Pemangkasan sulur sulur, supaya tanaman fokus untuk pembentukan bunga dan buah
  4. Buang daun tua dan rusak

Berikan pupuk organik, berupa:

Pilih satu atau bisa diaplikasikan bergantian.

Cangkang Telur dan Kulit pisang yg sudah halus bisa awet disimpan. Aplikaskan pada media tanam pada masa pembuahan. Ditabur lalu siram supaya bisa terserap.

Ketika musim hujan, buah strawberry cenderung tidak manis. Nutrisi dalam media tanam ikut tergerus air hujan, apalagi hanya di polybag. Maka salah satu cara mempertahankan kebutuhan nutrisi pada tanaman adalah pemberian POC (pupuk organik cair) ditingkatkan.

Ah pupuk organik bribet, lama bikinnya.
“Sebetulnya tidak bribet, asal mau dan telaten. Juga saya hanya melakukan tanggung jawab terhadap sampah yg dihasilkan di rumah sendiri”

Pakai pupuk kimia saja, praktis.
“Saya mau organik supaya tidak meninggalkan residu yg dapat membahayakan kesehatan. Pilihan kembali pada masing masing”

Seperti biasa, karena ini skala rumahan dan di tanam di lahan terbatas, tentu hasil panennya juga hanya dapat dihitung jari 🤭
Biasanya yang tidak suka berkebun atau bercocok tanam pun, tetap suka kalau jadwal panen yaa.

Berawal hanya beli 1 bibit, strawberry ukuran biasa, bukan yang jumbo. Kemudian beranak pinak, setelah beberapa tanaman dibagikan, dan beberapa di sortir, saat ini sudah 25 polybag. Bisa jadi nanti bertambah ataupun berkurang, tergantung situasi dan kondisi, malas atau tidaknya, haha.

Salah satu hal terpenting dari kegiatan berkebun ini adalah menjaga Konsistensi. Duh, satu kata ini mudah diucapkan, namun tidak mudah dilakukan. Konsisten lahir dari karakter yang bertanggung jawab dan mau dibentuk dan diproses.
Konsisten takkan mengkhianati niat dan kerja keras hingga membuahkan keberhasilan.

Semoga kita semua tetap Konsisten dalam melakukan hal-hal positif, tidak mudah kecewa pada diri sendiri, apa pun hasil yang diperoleh.

Seledri

Tanaman seledri (Apium graveolens L.) disebut juga “daun sop” merupakan tanaman jenis sayuran daun dan juga tanaman obat.

Cara menanam bisa dilakukan secara generatif, yaitu dari biji ataupun vegetatif yaotu dari anakan. Keduanya mudah dilakukan, asaaaallll …. ada kemauan, hehehe.

Perbanyakan vegetatif biasanya dilakukan apabila kita telah memiliki tanaman seledri sebelumnya. Cara perbanyakannya, ambil anakan yang terdapat dalam rumpun tanaman seledri yang telah ada. Kemudian pindahkan ke pot atau polybag baru.

Namun, sependek pengetahuan saya dan dari hasil mencoba beberapa kali, kalau menanam dari batang atau akar hasil potongan yang dibeli di pasar, biasanya akan sulit untuk tumbuh.

Kali ini, saya akan berbagi sedikit cara perbanyakan mulai dari generatif sampai vegetatif.

Seperti biasa, benih saya beli entah berapa tahun lalu 🤭, alhamdulillah sampai sekarang masih tetap tumbuh. Entah sudah berapa kali menyemai benih ini, sampai terakhir semai pekan lalu.

benih entah sudah berapa tahun, simpan di kulkas supaya tetap baik kualitasnya

Kembali lagi karena lahan terbatas, jadi biasa hanya pelihara 2 pot saja, itupun sudah cukup untuk konsumsi keluarga malah bisa berbagi dengan keluarga sebelah rumah ☺️

Hasil semaian sekarang bisa dipelihara agak banyak, supaya nanti bisa tersedia bibit untuk pindah tanam bagi yang memerlukannya.

Pemeliharaan tidak terlalu rewel, pastikan cukup air dan cukup nutrisinya. Rajin semprot pestisida nabati untuk mengendalikan hama. Ganti pot yang berukuran lebih besar kalau tanaman sudah membesar.

Dibawah ini baris pertama dari kiri ke kanan, perkembangan dari semai benih sampai usia remaja, inilah yang disebut perbanyakan secara generatif.
Baris kedua, di kiri sudah dewasa dan banyak anakannya, sudah menjadi induk.
Dari indukan ini, gambar kanan bawah, sudah mulai bisa di pisahkan anakannya, ini disebut perbanyakan secara vegetatif.

Semoga hal sederhana ini bisa menyemangati teman teman ya …

Daur Ulang Media Tanam Polybag

Cerita sedikit tentang daur ulang media tanam polybag yaa,

Media tanam yang sudah ditanami, bisa digunakan untuk penanaman selanjutnya, karena tidak mungkin selalu membeli media tanam baru. Namun untuk mempertahankan nutrisi/unsur hara, perlu dilakukan pengolahan pada media tanam tersebut.

Yang dilakukan adalah membongkar media tanam lama, kemudian di jemur. Lakukan saat panas/tidak kehujanan. Sisa akar dan tanaman lama kalau tidak kena penyakit, dicacah kemudian masuk ke compost bin, nah bicara kompos, telah di posting di cerita terpisah yaa.

Jemur minimal 4 hari, supaya sisa patogen, bakteri dll bisa hilang. Selanjutnya bisa mulai di campur kembali dengan penambahan pupuk kandang, kompos atau sekam bakar.

Saat ini saya hanya menambahkan pupuk kandang saja, karena media masih sangat poros, sekam bakar dan arang masih cukup sehingga tdk perlu ditambahkan lagi. Kompos sedang tidak punya stok, jadi ga ditambah kompos deh.

Polybag lama bisa digunakan kembali, biasanya saya cuci bersih dulu supaya tdk ada sisa patogen dari penanaman sebelumnya.

Penggunaan ukuran polybag dapat di sesuaikan dengan tanaman yg akan di tanam.

Untuk sayuran daun yg cepat dipanen, bisa gunakan ukuran kecil.

Untuk sayuran buah yang lebih lama masa panennya, gunakan ukuran lebih besar.

Setelah media tanam baru di aduk rata, masukkan ke polybag, siram lalu pindahkan bibit yg sudah siap pindah tanam.

Karena keterbatasan lahan, media, dan lainnya berbanding terbalik dengan keinginan segala macem sayuran, jadi semai benihnya sedikit aja, supaya cukup.

Semoga bermanfaat dan semangat berkebun ya teman teman.

Microgreens

Microgreens adalah bibit sayuran yang dipanen saat masih sangat muda, berkisar 7-14 hari setelah mulai berkecambah dan muncul daun mudanya. Tergantung dari jenisnya.

Ada 5 macam microgreens pada gambar:

  • kiri atas bunga matahari, 4 hari dari semai, masih daun lembaga atau kotiledon. Akan dipanen setelah muncul daun sejati.
  • 3 pot putih : Chia, Kailan (Chinese Kale), Pakcoy
  • di tray hijau, kiri bawah adalah kacang hijau

Cara panennya, digunting saja. Cuci bersih. Bisa langsung dikonsumsi, untuk salad atau untuk garnish.

Bagaimana rasanya? hmmm

  • Bunga matahari …ada rasa nutty, ada rasa bayamnya juga, seru.
  • Kacang hijau , rasanya beda dengan bunga matahari tapi tidak kalah unik, sama serunya.
  • Chia, penampilannya seperti kemangi, tapi rasanya tidak seperti kemangi/basil, yg ini ringan.
  • Pakcoy, batangnya putih dengan daun hijau muda, rasanya juga ringan.
  • Kailan, batangnya kemerahan dan daun lebih hijau dibanding pakcoy, rasanya aduh apa ya, ko ga bisa deskripsikannya, yang jelas lebih kuat daripada pakcoy deh, hehe.

Kenapa Microgreens ? 🙂 Karena ….

  • 1. Tampilan visual yg mungil, menggoda dan kaya warna

2. Memberikan sensasi rasa baru yg lebih intens dengan tekstur renyah dan unik.

3. Punya nilai nutrisi 30 persen lebih banyak dibanding sayuran biasa

Makannya gimana itu pohon kecil alias Microgreens? ☺️

Bisa sebagai garnish, atau campuran temennya salad.

Rasanya kalau dicampur dengan teman temannya, jadi ga berasa aslinya.

Kalau mau, makan aja langsung tanpa teman teman lainnya, akan ada sensasi rasa tersendiri yang unik.

Selamat mencoba.

Perbanyakan Vegetatif pada Brokoli

Saatnya sharing cara menanam brokoli secara vegetatif, alias dari pohonnya, bukan semai dari biji atau benih. Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan menanam dari biji atau benih.

Satu pohon setelah dipanen brokolinya, diamkan saja dan tetap dirawat, disiram sampai tumbuh tunas tunas baru pada batangnya.

Satu indukan dan 5 anakannya …

Lalu potek anakan tersebut, dan tanam dalam pot kecil, simpan di tempat teduh beberapa hari dan tetap diperhatikan kelembaban media tanamnya. Ketika sudah terlihat segar dan tumbuh akar sekitar 7-10 hari kemudian pindah ke polybag.

anak anak brokoli, hehe

Akhirnya, sudah mulai tumbuh bakal bunga dan bahkan sudah ada yang berbunga, ukuran tumbuhnya memang tidak seragam, dan relatif lebih kecil dari ukuran normal kalau semai dari biji.

ga kompak ukurannya

pangkas daun bagian bawahnya, supaya tanaman fokus pada bunga.

Jadi, selain menanam secara generatif atau dari biji, bisa juga nih menanam anakan dari indukannya, ini berlaku juga untuk tanaman kol/kubis.

Selamat mencoba!

#brocolli

#growyourownfood

#veggie

#healthyfood

Eco Enzyme

Bismillah

Sharing sedikit cara pembuatan Eco Enzyme (EE) ya… sudah banyak artikel dan sumber informasi mengenai pembuatan EE ini. Ini hanya berbagi pengalaman saja, untuk skala rumah.

EE adalah cairan alami serba guna yang merupakan hasil fermentasi dari 1 bagian Gula : 3 bagian Kulit buah/sayuran : 10 bagian Air bersih

Lama pembuatan 3 bulan di wilayah tropis dan 6 bulan di wilayah sub tropis

Cara pembuatan ada di keterangan setiap gambar .. Punya stok kulit jeruk dan kulit pisang.
tips untuk menyimpan kulit jeruk : kumpulkan kulit jeruk, simpan dalam wadah tertutup di freezer. Kapan mau dipakai, tinggal ambil.

Gula aren 100gr ..
Abaikan data timer di sebelah kiri, tetiba timbangan dapur entah kemana. Jadi kali ini pakai timbangan kopi 🤭..upss muup.
150gr kulit pisang + 150gr kulit jeruk
Air 1000ml (1ltr)
100 gr gula aren larutkan dengan air dari 1liter tersebut
300 gr kulit buah yang sudah di iris kecil
Wadah plastik 1.5ltr
Masukkan ke dalam wadah plastik, beri label supaya mudah mengingat kapan waktunya panen.
Akan terjadi proses gas dalam botol, sehingga perlu botol plastik yang kuat.
Tips supaya botol tidak meledak, tiap hari di pekan pertama, buka pelan pelan tutup botol, lakukan 3-4x sehari. Atau, jangan tutup terlalu rapat, longgarkan tutup botolnya supaya gas bisa pelan pelan keluar.
Setelah lewat 7 hari, buka tutup botol 1x sehari .. setelah 3 pekan, gas sudah tidak ada. Tinggal tunggu panen saja.
Dengan wadah botol ini, biasanya tidak terjadi proses adanya lapisan jamur Pitera dan lapisan Mama Enzyme

Barisan EE hasil panen.
Salah satu manfaat ampas dari EE, dapat digunakan untuk membersihkan saluran closet, tidak perlu beli EM4 closet lagi ☺️.
Caranya, blender ampas, lalu tuangkan ke dalam closet pada malam hari.
Warna EE bervariasi dari coklat muda hingga coklat tua, bergantung pada jenis sisa buah dan jenis gula yang digunakan.

Tips :

  • volume maksimal air = 60% volume wadah
  • gunakan wadah plastik kedap udara
  • kategori kulit buah : gunakan kulitnya saja, buahnya kita makan, jangan maksa beli buah hanya untuk bikin EE ya. Kategori, tidak busuk, tidak berjamur dan tidak diolah/dimasak/digoreng dsb.
  • kulit buah : di potong potong sesuai dengan ketersediaan. Kalau wadahnya botol plastik, potongan kulit buah harus kecil, supaya nanti ampas ketika panen tidak sulit untuk di keluarkan.
  • gula alami, tidak disarankan gula pasir krn sudah mengalami proses kimiawi
  • simpan di tempat teduh, memiliki sirkulasi udara yang baik, jauh dari wc, tong sampah, dan bahan bahan kimia.

Pemanenan :

  • setelah 90 hari EE siap di panen dengan cara di saring dan disimpan dalam wadah tertutup
  • larutan EE tidak memiliki kadaluarsa
  • disarankan untuk dikemas dalam botol botol kecil untuk alasan kepraktisan dan menjaga kualitas

EE yang baik, memiliki aroma asam segar khas fermentasi

EE aromatik,
Untuk menghasilkan EE beramora segar, gunakan kulit buah keluarga jeruk. Aroma EE juga dapat dibuat dengan menambahkan 10% bahan aromatik pada larutan EE lalu fermentasi kembali selama 1 bulan. ( Contoh bahan aromatik : mint, sereh, kemangi, daun pandan, rosemary, daun jeruk purut, bunga bungaan )

Manfaat EE itu apa ? Banyak sekali, baik manfaat sehari hari, manfaat untuk udara, air dan tanah…. Tidak dibahas sekarang yaa

Sayangi Bumi, Sayangi Diri.
Semoga hal kecil yang kita lakukan dengan sepenuh hati, bisa membawa kebaikan …

Pupuk Organik Cair (POC) Daun Kelor + Air Cucian Beras

Bismillah

Salah satu kelebihan dari pupuk organik adalah, kemampuannya untuk memperbaiki sifat fisik tanah.

Semua unsur yang terdapat dalam daun kelor adalah unsur-unsur yang sangat dibutuhkan oleh tanaman baik dalam skala besar maupun kecil.

Kalium, Magnesium, Fosfor dan kalsium adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam sekala besar (Makro), sementara besi, seng, dan tembaga tetap dibutuhkan oleh tanaman tapi dalam skala kecil (mikro).

Kandungan Zeatin merupakan zat esensial untuk tanaman, dimana unsur sitokimin ini dapat membantu merangsang pertumbuhan tanaman, terutama pada masa perkecambahan biji, dan sebagai pemasok nutrisi selama proses pembuahan.

Daun kelor juga mudah layu dan rusak, bila demikian kandungan protein tinggi. Dan ini menandakan kandungan unsur N nya juga tinggi.

Karena kandungan dominan yang ada di daun kelor berupa protein, maka kita membutuhkan bahan pendamping yang bisa melengkapi unsur karbohidrat dan sumber energi. Bahan yang bisa dijadikan sumber karbohidrat adalah air beras. Sementara untuk sumber energinya dapat diperoleh dari gula jawa/gula aren.

Kali ini, sharing cara pembuatan POC daun kelor + air cucian beras.

  • Bahan :
  • 150gr daun kelor segar
  • 1.5 L air cucian beras
  • 50-75gr gula aren (larutkan terlebih dahulu)
  • Wadah penampungan
  • Cara pembuatan :
  • Bender daun kelor hingga halus
  • Tuangkan air cucian beras ke dalam wadah penampungan
  • Masukkan daun kelor halus
  • Selanjutnya masukkan gula jawa yang sudah dilarutkan dengan air
  • Aduk hingga merata
  • Karena prosesnya anaerob, maka tutup wadah dengan penutupnya
  • Buka tutup wadah setiap pagi untuk mengeliarkan gas yang rihasilkan dari.proses fermentasi ini
Beri label tanggal supaya tidak lupa ☺️
  • Pupuk cair sudah dapat digunakan jika telah melewati 10 – 14 hari
Sudah siap diaplikasikan

Aplikasikan dengan sistem kocor, bisa juga di semprotkan pada tanaman terutama pada masa vegetatif.

Saya menggunakan perbandingan 1 : 15, 100ml poc + 1500ml air bersih, aduk lalu kocorkan pada tanaman

Semoga tanaman tanaman kecil ini bahagia dan bisa bertumbuh subur.

#HappyGardening

Design a site like this with WordPress.com
Get started