Berkebun kembali

Setelah banyak aktivitas lain yang lalu lalang dan membuat penat, sehingga terbengkalailah apa yang disukai adalah sebuah perjuangan. Maka tempat kembali yang baik adalah bersama mereka, barisan para hijau. Yes, berkebun kembali.

Menanam harapan kembali dan tetap belajar tentang kesabaran dan ketekunan.

Benihnya sisa taun taun sebelumnya, tetap disimpan di dalam wadah tertutup, dan tempatkan dalam kulkas. Walaupun sudah expired, insya allah tetep tumbuh, Alhamdulillah.

semai dengan media tanam seadanya, belum punya pupuk kandang, kompos dan poc.

Ketika tidak dirawat, hasilnya adalah kekacauan, hehehe. Lengkap dengan musim kemarau panjang, membuat tanaman semuanya tewas, tidak bersisa. Sedih ketika tiba di rumah setelah beperjalanan lama, yang didapat adalah tanaman kering semua, hadududu…
Yang agak berat dilakukan adalah mengolah kembali media tanam, membersihkan semua rumput dan tanaman kering, menyiapkan kembali media tanam yang terbatas pula, tapi tenang, semangat tanpa batas.

kehancuran yang hakiki, haduh halah ini sih

Dimulai tanggal 26 Agustus, bebenah setiap hari tetap dikerjakan, tidak ngoyo, semampunya. Menyesuaikan dengan cuaca dan suhu yang ekstrim. Semuanya berproses. Ketekunan pada dasarnya tidak disukai oleh hawa nafsu manusia. Maka butuh bersabar untuk dapat berusaha dan terus mencoba lagi walaupun berkali-kali gagal. Kesabaran itu sulit, kecuali orang yang dirahmati oleh Allah. Maka saya banyak berdoa memohon pertolongan kepada Allah dalam setiap hal, termasuk berkebun kembali.

Para bayi hijau sudah mulai tersenyum, sama seperti saya, tersenyum melihat mereka

Dan sebulan kemudian, 26 September sudah mulai terlihat lebih rapi, meskipun tanamannya belum terlihat menghijau karena masih bayi, dan banyak benih yang belum muncul daun sejatinya, karena semua dikerjakan bertahap dan akan terus dikerjakan. Semoga kedepannya bisa lebih konsisten yaa, itu satu kata yang syulit sekali dilakukan untuk berkebun, karena banyak belokan sana sini yang harus dilalui dan dilakukan, hahaha.

tetap belajar berkebun, belajar tentang kesabaran dan ketekunan

Tanam sehingga hatimu sendiri akan tumbuh.

Gardening simply does not allow one to be mentally old, because too many hopes and dreams are yet to be realized.” β€“ Allan Armitage

Semoga Allah mudahkan kita berkarya dan menjauhkan kita dari hidup yang tidak bermanfaat dan tak berkarya, sehingga isinya bukan hanya keluhan dan hal tak penting. Karena akal fikiran manusia jauh lebih canggih.

Tanam sekarang, supaya bisa panen esok hari.

Tomat Cherry Rojita dan Golden Sweet

Bagi penyuka tomat cherry, mungkin sudah terbiasa melihat atau mengkonsumsi tomat cherry entah untuk campuran salad atau langsung dimakan begitu saja. Bentuknya ada yang bulat ataupun lonjong, baik berwarna orange kemerahan ataupun kuning. Hanya saja, jarang ditemukan di pasar tradisional biasa, lebih banyak ditemukan di supermarket.
Jadi, mari kita tanam sendiri, supaya bisa panen Tomat cherry …yeaayyy

Kali ini tentang 2 macam Tomat Cherry, keduanya sama sama manis, berbentuk lonjong namun berbeda warna. Rojita berwarna orange kemerahan, Golden Sweet berwarna kuning, bentuknya sedikit lebih lonjong panjang.

Bagaimana cara menanamnya? # Semai dari benih
Suka ada yang gagal tumbuh ga? # Sering ..
Lalu gimana? # Ga gimana gimana, semai lagi dan tetap semangat, haha
Semai benihnya berapa banyak? # biasanya hanya 3-5 benih saja

Semai 5 benih, tumbuh kelimanya ..alhamdulillah

Benihnya dari mana? #Beli online, hehe ..
Kenapa hanya sedikit semainya? #Semai berkala, supaya bisa panen berkala juga, sesuaikan dengan ketersediaan lahan dan kebutuhan konsumsi keluarga, Sebagian lainnya bisa dibagi bagi juga.

Ini benih yang saya gunakan, tidak ada unsur promosi, hanya sekedar berbagi pengalaman saja.

Media tanamnya apa?#Tetap pakai tanah, sekam bakar dan pupuk kandang, 1 : 1 : 1
Media tanamnya harus baru?# Tidak selalu, bisa menggunakan sisa media tanam sebelumnya, hanya perlu diperhatikan untuk mengolah terlebih dahulu. Lihat postingan sebelumnya, di link https://wordpress.com/post/bugnie.home.blog/330
Kenapa perlu rotasi tanaman di kebun? #Diantaranya untuk mengurangi intensitas serangan hama dan penyakit, untuk meningkatkan kesuburan tanah, sebagai pen’stabil’ ekosistem mikro, dan supaya bisa panen aneka sayur buah/sayur daun. Jadi buat saya di kebun dengan lahan terbatas, tanam sayur buah hanya satu, dua atau maksimal 3 pohon, itu sudah cukup. Sayur daun biasanya lebih banyak ditanam dan disemai berkala.


Baiknya pada musim apa tanam tomat? #Cenderung lebih maksimal hasilnya bila ditanam di musim kemarau atau menjelang kemarau
Kenapa? # Karena, bila ditanam di musim hujan, resiko terkena penyakit lebih besar menyerang pada daun dan buah, dibandingkan pada musim kemarau

Pupuknya apa saja? # Pupuk kandang bisa dilakukan di awal, diaduk bersama dengan media tanam, kemudian selanjutnya berkala pada masa pertumbuhan bisa diberi pupuk organic cair, dan ketika masuk fase generative/ masa berbunga, bisa diberi pupuk organic cair dari kulit pisang yang di blender, atau bisa pupuk padat kulit pisang, juga cangkang telur yg telah dihaluskan. (bisa dilihat pada postingan sebelumnya, link : https://wordpress.com/post/bugnie.home.blog/185 atau postingan lainnya pada link https://wordpress.com/post/bugnie.home.blog/228

Berapa lama dari semai sampai bisa di panen? #tergantung kondisi, tapi normalnya 2 bulan dari semai, sudah bisa mulai di panen.
Bagaimana proses panennya ? #karena ini skala rumah, lakukan bertahap saja, tidak perlu dipanen sekaligus.

Mereka akan berubah warna secara bertahap, maka pemanenan bisa dilakukan bertahap pula

Jadi tanam Tomat Cheery itu, begitu saja? #Iya, memang begitu, sederhana kan ?

Selamat menikmati hasil panen Tomat Cherry …

Happy farming.
To plant a tree is to believe in tomorrow.
Isn’t it amazing how a tiny plant can give you hope for a better future

Lanjutan cerita sebelumnya nih, yaitu Kompos!

Ternyata cerita tentang Kompos belum di posting di sini, upss.
Baiklah, mari bercerita sejenak tentang bagaimana membuat Kompos.

Mengompos merupakan manajemen sampah organik yang terbaik. Banyak yang mengira mengompos itu sulit dan ribet. Sebetulnya, mengompos itu mudah dan hanya persoalan membiasakan diri.

Beberapa manfaat dari Kompos yang bisa didapatkan, antara lain:
1. Mengurangi jejak Karbon Dari Kendaraan Pengangkut Sampah
2. Bersyukur Dengan Proses Alami Alam
3. Menutrisi Tanah dan Makhluk Didalamnya
4. Meringankan Beban TPA
5. Menghasilkan Tanaman yang Baik dan Subur
6. Mengurangi Biaya Angkut Sampah
7. Mengurangi Efek Gas Rumah Kaca dan Perubahan Iklim
dan lain sebagainya.

Ada banyak alasan baik untuk kita mengelola sampah organik di rumah.

Yuk ngompos di rumah, minimal kita bertanggung jawab dengan sampah sendiri dari dapur.

Pada dasarnya, kompos adalah hasil penguraian segala sisa organik yang kita hasilkan. Ketika diuraikan dengan baik, kompos akan berfungsi menyuburkan tanah. Kalau tanahnya subur, tanaman pun tumbuh subur. Jadi, dengan melakukan kompos, supply bahan makanan kita akan terjaga.

Prinsipnya, komposter itu adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah organik agar tidak bertebaran kemana mana.

Dari sekian banyak cara membuat kompos, dan dari sekian banyak cara yang telah dicoba untuk membuat kompos, kali ini sedikit berbagi cerita membuat kompos dengan menggunakan Compost Bag easy grow, material uv resistance, berwarna Hijau tua. Saya pilih yang jumbo, muat 200 liter. Bagian atas memiliki resleting yang bisa di buka tutup, dan di bagian sisi bawah memiliki jendela untuk panen kompos nantinya.

Karena diniatkan untuk jangka panjang, jadi ukuran compost bag nya besar, dan tekniknya tidak menggunakan lubang pembuangan air lindi dan tidak diaduk. Sampah dimasukkan dicicil seadanya, juga sampah kadang di cacah, kadang tidak.

Bahan yg digunakan :
Compost bag, aktivator utk mempercepat proses pengomposan (misal EM4 atau bikin sendiri dari air cucian beras, bonggol pisang, poc, dll), dan sampah organik

Proses membuat kompos dengan menggunakan Compost Bag 200 liter

Apa saja yg boleh masuk dalam komposter?

  • bahan yg kaya akan nitrogen atau sampah hijau dan mudah busuk, seperti daun daun sayuran.
  • jenis intermediate, sampah yg lebih lama membusuk, seperti bonggol sayuran, bonggol pisang, kulit buah, ampas teh, daun daun yg di pruning, dll
  • jenis hi carbon atau sampah coklat, lambat membusuk, seperti ranting pohon, daun mangga, daun jambu, kertas bekas, dus, karton bekas telur, dll. Bisa juga ditambahkan tanah, tanah bekas media tanam, pupuk kandang.

Bagaimana cara memulai mengisi compost bag ?

  • bagian pertama, beri tanah sebagai lapisan terbawah sekitar 5 cm
  • lalu, bisa diisi dengan sampah hijau atau sampah dapur
  • setelah sampah hijau, kemudian tutup dengan sampah coklat, dengan porsi lebih banyak dari sampah hijau
  • siram oleh air aktivator
    Lakukan berulang sampai compost bag tersebut penuh.

Apa yg Tidak boleh masuk dalam komposter?

  • sampah hewani (daging dagingan, tulang dll) kecuali cangkang telur. Karena akan menimbulkan bau yg sangat menyengat dan mengundang serangga.
  • kotoran hewan karnivora (misal kotoran kucing)
  • plastik, kaleng, kain .. tidak bisa terurai.
  • bagian tanaman yg terinfeksi penyakit.

Tips mempercepat proses pengomposan: (tidak berlaku untuk cara pengomposan yg saya lakukan nih, karena cara saya mengisi nya dengan mencicil dan tanpa diaduk πŸ™‚ )

  • sampah sekaligus dimasukkan dalam komposter, proses pembusukkan bisa berlangsung bersamaan.
  • semakin kecil sampah, semakin cepat terurai
  • usahakan tetap hangat
  • diaduk secara berkala agar oksigen masuk secara merata
  • komposisi sampah coklat harus lebih banyak dari sampah hijau. 70 : 30

Berapa lama kompos akan jadi dan siap untuk digunakan?

  • ini akan bervariasi, satu komposter akan berbeda dengan komposter lainnya, tergantung dari jumlahnya, bahan bahan yg dimasukkan, suhu, kelembaban, komposisi sampah hijau dan coklat.

Umumnya sih mulai dari 3 bulan sampai 1 tahun.
Panen kompos dapat dilakukan secara bertahap. Pada bagian bawah compost bag ini ada jendelanya yang bisa di buka tutup, jadi setelah beberapa bulan sampah organik ini terurai, maka komposnya bisa di panen.
Setelah di panen, angin anginkan dulu supaya proses pengomposan nya berhenti, setelah 1 pekan baru siap untuk digunakan.

Komposter ini tidak bau sampah/ tidak menyengat sama sekali. Disimpan di luar dibawah pohon mangga.

Setelah beberapa bulan compost bag pertama penuh, maka saya mulai membuat yang kedua, kali ini menggunakan compost bag yang lebih kecil dengan ukuran 80 liter.

Compost bag yang sudah penuh, dalam beberapa waktu kemudian akan menyusut, dan bisa isi kembali di atasnya.

Bagaimana, ada yang tertarik untuk mencoba ?
Semoga hal kecil yang dilakukan dengan sepenuh hati, dapat membawa kebaikan. Semoga teman teman termotivasi juga.

Strawberry

Salah satu dari sekian banyak tanaman buah ter’favorit’ adalah Strawberry.
Mereka tuh baiikkk banget, tahan banting ketika lupa tidak disiram, tidak disapa, tidak dirawat, mereka tetap bertahan dan ketika dirawat sepenuh hati, mereka berbakti luar biasa, rajin berbuah.

Strawberry adalah tanaman subtropis dari jenis Fragaria, yang tumbuh baik pada daerah dataran tinggi antara 1000-1500 mdpl dan perlu sinar matahari cukup banyak, namun perlu kelembaban tinggi.

Walaupun tempat tinggal saya hanya sekitar 650 mdpl, tidak menghalangi saya untuk menanam strawberry dan kenyataannya mereka tetap tumbuh dengan baik.

Tanaman strawberry mudah untuk tumbuh dan tidak rewel untuk perawatannya. Rutin semprot pestisida nabati dibawah daun untuk mengendalikan hama.

Saran agar tanaman strawberry cepat berbuah, diantaranya:

  1. Penyiraman, tanaman ini sensitif dengan ketersediaan air
  2. Pemupukan, lakukan secara rutin
  3. Pemangkasan sulur sulur, supaya tanaman fokus untuk pembentukan bunga dan buah
  4. Buang daun tua dan rusak

Berikan pupuk organik, berupa:

Pilih satu atau bisa diaplikasikan bergantian.

Cangkang Telur dan Kulit pisang yg sudah halus bisa awet disimpan. Aplikaskan pada media tanam pada masa pembuahan. Ditabur lalu siram supaya bisa terserap.

Ketika musim hujan, buah strawberry cenderung tidak manis. Nutrisi dalam media tanam ikut tergerus air hujan, apalagi hanya di polybag. Maka salah satu cara mempertahankan kebutuhan nutrisi pada tanaman adalah pemberian POC (pupuk organik cair) ditingkatkan.

Ah pupuk organik bribet, lama bikinnya.
“Sebetulnya tidak bribet, asal mau dan telaten. Juga saya hanya melakukan tanggung jawab terhadap sampah yg dihasilkan di rumah sendiri”

Pakai pupuk kimia saja, praktis.
“Saya mau organik supaya tidak meninggalkan residu yg dapat membahayakan kesehatan. Pilihan kembali pada masing masing”

Seperti biasa, karena ini skala rumahan dan di tanam di lahan terbatas, tentu hasil panennya juga hanya dapat dihitung jari 🀭
Biasanya yang tidak suka berkebun atau bercocok tanam pun, tetap suka kalau jadwal panen yaa.

Berawal hanya beli 1 bibit, strawberry ukuran biasa, bukan yang jumbo. Kemudian beranak pinak, setelah beberapa tanaman dibagikan, dan beberapa di sortir, saat ini sudah 25 polybag. Bisa jadi nanti bertambah ataupun berkurang, tergantung situasi dan kondisi, malas atau tidaknya, haha.

Salah satu hal terpenting dari kegiatan berkebun ini adalah menjaga Konsistensi. Duh, satu kata ini mudah diucapkan, namun tidak mudah dilakukan. Konsisten lahir dari karakter yang bertanggung jawab dan mau dibentuk dan diproses.
Konsisten takkan mengkhianati niat dan kerja keras hingga membuahkan keberhasilan.

Semoga kita semua tetap Konsisten dalam melakukan hal-hal positif, tidak mudah kecewa pada diri sendiri, apa pun hasil yang diperoleh.

Seledri

Tanaman seledri (Apium graveolens L.) disebut juga β€œdaun sop” merupakan tanaman jenis sayuran daun dan juga tanaman obat.

Cara menanam bisa dilakukan secara generatif, yaitu dari biji ataupun vegetatif yaotu dari anakan. Keduanya mudah dilakukan, asaaaallll …. ada kemauan, hehehe.

Perbanyakan vegetatif biasanya dilakukan apabila kita telah memiliki tanaman seledri sebelumnya. Cara perbanyakannya, ambil anakan yang terdapat dalam rumpun tanaman seledri yang telah ada. Kemudian pindahkan ke pot atau polybag baru.

Namun, sependek pengetahuan saya dan dari hasil mencoba beberapa kali, kalau menanam dari batang atau akar hasil potongan yang dibeli di pasar, biasanya akan sulit untuk tumbuh.

Kali ini, saya akan berbagi sedikit cara perbanyakan mulai dari generatif sampai vegetatif.

Seperti biasa, benih saya beli entah berapa tahun lalu 🀭, alhamdulillah sampai sekarang masih tetap tumbuh. Entah sudah berapa kali menyemai benih ini, sampai terakhir semai pekan lalu.

benih entah sudah berapa tahun, simpan di kulkas supaya tetap baik kualitasnya

Kembali lagi karena lahan terbatas, jadi biasa hanya pelihara 2 pot saja, itupun sudah cukup untuk konsumsi keluarga malah bisa berbagi dengan keluarga sebelah rumah ☺️

Hasil semaian sekarang bisa dipelihara agak banyak, supaya nanti bisa tersedia bibit untuk pindah tanam bagi yang memerlukannya.

Pemeliharaan tidak terlalu rewel, pastikan cukup air dan cukup nutrisinya. Rajin semprot pestisida nabati untuk mengendalikan hama. Ganti pot yang berukuran lebih besar kalau tanaman sudah membesar.

Dibawah ini baris pertama dari kiri ke kanan, perkembangan dari semai benih sampai usia remaja, inilah yang disebut perbanyakan secara generatif.
Baris kedua, di kiri sudah dewasa dan banyak anakannya, sudah menjadi induk.
Dari indukan ini, gambar kanan bawah, sudah mulai bisa di pisahkan anakannya, ini disebut perbanyakan secara vegetatif.

Semoga hal sederhana ini bisa menyemangati teman teman ya …

Microgreens

Microgreens adalah bibit sayuran yang dipanen saat masih sangat muda, berkisar 7-14 hari setelah mulai berkecambah dan muncul daun mudanya. Tergantung dari jenisnya.

Ada 5 macam microgreens pada gambar:

  • kiri atas bunga matahari, 4 hari dari semai, masih daun lembaga atau kotiledon. Akan dipanen setelah muncul daun sejati.
  • 3 pot putih : Chia, Kailan (Chinese Kale), Pakcoy
  • di tray hijau, kiri bawah adalah kacang hijau

Cara panennya, digunting saja. Cuci bersih. Bisa langsung dikonsumsi, untuk salad atau untuk garnish.

Bagaimana rasanya? hmmm

  • Bunga matahari …ada rasa nutty, ada rasa bayamnya juga, seru.
  • Kacang hijau , rasanya beda dengan bunga matahari tapi tidak kalah unik, sama serunya.
  • Chia, penampilannya seperti kemangi, tapi rasanya tidak seperti kemangi/basil, yg ini ringan.
  • Pakcoy, batangnya putih dengan daun hijau muda, rasanya juga ringan.
  • Kailan, batangnya kemerahan dan daun lebih hijau dibanding pakcoy, rasanya aduh apa ya, ko ga bisa deskripsikannya, yang jelas lebih kuat daripada pakcoy deh, hehe.

Kenapa Microgreens ? πŸ™‚ Karena ….

  • 1. Tampilan visual yg mungil, menggoda dan kaya warna

2. Memberikan sensasi rasa baru yg lebih intens dengan tekstur renyah dan unik.

3. Punya nilai nutrisi 30 persen lebih banyak dibanding sayuran biasa

Makannya gimana itu pohon kecil alias Microgreens? ☺️

Bisa sebagai garnish, atau campuran temennya salad.

Rasanya kalau dicampur dengan teman temannya, jadi ga berasa aslinya.

Kalau mau, makan aja langsung tanpa teman teman lainnya, akan ada sensasi rasa tersendiri yang unik.

Selamat mencoba.

Purple Tea

Come, let us have some tea !


Minum teh bunga telang atau Blue Tea sudah biasa .. Lalu minum teh bunga telang ditambah lemon, juga sudah biasa.

Sekarang, level berikutnya untuk menikmati teh .. yup, Purple Tea
Gabungan dari bunga Rosella, White Tea dan bunga Telang.

Rasanya seperti apa? Hmm .. ringan khas white tea, segar dengan sedikit asam dari rosella, tidak ada bau langu dan warna ungu yang cantik.

Cobain deh, enak ..

white tea, rosella, bunga telang

si ungu yang siap di sruput

Moringa Oleifera Tea

Bismillah,

Mari minum teh …

Manfaat daun kelor bagi kesehatan tidak diragukan lagi, sebagai sumber vitamin dan mineral yang baik bagi tubuh, kaya akan antioksidan, dan sebagainya.

Ada banyak cara mengolah daun kelor untuk mendapatkan khasiatnya, entah untuk sayur, teh, jus, untuk kosmetik bahkan untuk pupuk organic cair.

Yuk bikin teh daun kelor sendiri …
Gampang sekali membuatnya :

  • Ambil daun kelor, tiga bagian dahan dari bagian pucuk
  • Cuci bersih
  • Ambil daunnya saja, lalu letakkan pada nampan yang telah diberi alas, dan keringkan dengan cara angin anginkan di tempat terbuka kurang lebih selama 7 hari.
  • Teknik pengeringan tidak dilakukan di bawah matahari langsung, untuk menjaga kandungan nutrisi
  • Setelah kering, simpan di tempat bersih dan kering, bisa juga di tumbuk halus lalu simpan.
  • Siap diseduh kapanpun, bisa ditambahkna madu jika menginginkan rasa yang lebih manis.

Selamat menikmati Moringa Oleifera Tea

pengeringan

Simpan dalam wadah bersih dan kedap udara, siap di seduh kapanpun

Hidup sehat merupakan sebuah pilihan.
Ikhtiar sehat salah satunya dengan mengkonsumsi makanan yang baik, halal dan thoyyib


Tetap jaga kesehatan ya teman teman semuaa ..

Design a site like this with WordPress.com
Get started