Postingan tentang kedai kopi sebelumnya, Aspasia Coffee jauh dari tuntas, mari lanjutkan walaupun tidak akan tuntas juga, haha..
Bicara tentang dunia usaha, sebagai pengelola dan pemilik usaha atau pelaksana usaha kecil wirausaha dapat memilih dan melakukan tiga cara yang dapat dilakukan oleh seseorang apabila ingin memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha yaitu:
- Merintis usaha baru (starting)
- Dengan membeli perusahaan orang lain (buying)
- Kerjasama manajemen (franchising)
Kami melakukan merintis usaha baru untuk Aspasia Coffee, diawali dengan adanya ide, mencari sumber dana dan fasilitas barang, uang, dan orang, memperhatikan pasar dan peluang pasar.

Ngopi di Hutan

Sebagai orang yang terbiasa bekerja pada perusahaan, dan belum pernah punya pengalaman memiliki usaha sendiri, tentu perlu mempelajari segala hal terkait wirausaha.
Yang kami lakukan adalah fokus turun tangan secara langsung, mulai dari pembangunan sarana, alat dan bahan, pengetahuan tentang produk, mencari supplier, bekerjasama dengan mitra, teknis produksi, hubungan konsumen, struktur biaya, dan sebagainya.

Perjalanan ini sungguh tidak mudah, saya yakin bahwa semua pelaksana usaha kecil memiliki ciri khas dan perjuangannya masing-masing. Alhamdulillah, dirintis mulai pertengahan tahun 2017 dan sampai saat ini tahun 2023 Aspasia Coffee masih tetap berjalan. Semoga masih tetap bertumbuh di tahun tahun mendatang.
Salah satu usaha menciptakan etika bisnis yaitu dengan cara memelihara kesepakatan atau menumbuh kembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati, pada pelaksanaannya ini merupakan salah satu kendala yang sering dihadapi.

Bahasa kasarnya, kalau belum pernah ditipu atau belum pernah rugi, belum dianggap sebagai wirausahawan. Maka jika ada pertanyaan, pernah ditipu? pernaahhh. Pernah rugi? sering. hahaha. Jadi hal terberat lainnya adalan menumbuhkan mental Kewirausahaan.
Banyak hikmah dan pelajaran yang didapat dari hal ini, dan tentu kami sangat bersyukur atas segala sesuatunya.

“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” (HR Muslim)
Harapan adalah yang diikuti dengan tindakan. Jika tidak, maka itu hanyalah angan (Ibnu Athaillah).


