Apa pula yang terlintas di benaknya ? Buka kedai Kopi ? Beneran ? Kenapa harus kedai Kopi ? dimana, bagaimana, siapa, prosesnya, dan segala macam pertanyaan pertanyaan kemudian berseliweran di kepalaku.
Dua tahun lebih awal dari kontrak yang seharusnya berakhir, suamiku Gio menyudahinya di awal tahun 2017. Jadilah ia pulang bersama Azmi di bulan Januari, sementara saya sudah lebih dulu pulang di bulan September 2016.
Berbekal ketidak tahuan mengenai kopi, suamiku Gio memberanikan diri untuk urunan dengan beberapa teman, buka kedai kopi! Alhamdulillah saya bisa mendampingi prosesnya, membantu memberi masukan dan ide, mengingatkan akan resiko yang bisa timbul, dan tentunya membantu dalam hal pencatatan apapun terkait pekerjaan ini.
Fokus kami saat itu bukan untuk berbisnis, tapi bagaimana proses pemindahan sekolah Azmi dari Lae, Papua New Guinea kembali ke sini masuk SMA, karena disana dia sudah kelas 10. Ternyata prosesnya tidak semudah yang dibayangkan. Selain perbedaan kurikulum pelajaran juga berbeda waktu tahun ajarannya.
Tahun ajaran baru di Papua New Guinea dimulai setiap awal tahun, artinya ada selisih sekitar 1 semester dengan tahun ajaran baru di Indonesia. Sehingga selisih waktu itu kami pergunakan untuk mengurus segala kelengkapan dokumen pendukung agar bisa dilakukan penyetaraan Ijasah dan masuk di SMA disini. Dilanjutkan proses pendaftaran ke sekolah yang dituju, sama tidak mudahnya dan harus melalui proses ujian Bahasa Indonesia dulu agar sesuai dengan kurikulum nasional Indonesia. Ijasahnya Azmi tidak ada nilai ujian Bahasa Indonesia, harap maklum. Akhirnya pada waktunya, Alhamdulillah masuk di SMK Negeri kelas 10 lagi, artinya turun satu kelas dibanding teman temannya disini. Kami besarkan hatinya dan tetap memotivasi supaya tetap semangat, dan yang jelas tidak jadi masuk SMA. Kemudian SMK nya jurusan apa? jurusan Tata Boga. Iya, jurusan masak.
Eitts, ini sebenarnya mau cerita kedai kopi atau pindah sekolah sih ? hehe

bangunan awalnya nih …
(ini draft blog terlama, setelah mengendap 3 tahun, baru di publish sekarang) .. muupkaaann
Cerita selanjutnya tentang Aspasia Coffee, postingan berikutnya yaaa … 🙂