Minum kopi menjadi budaya yang tidak terbantahkan, laki laki perempuan, tua muda, miskin kaya semua punya hak yang sama untuk menikmati kopi, apakah itu kopi sachet di warung seharga tiga ribu rupiah ataupun kopi kualitas gengsi dari biji kopi pilihan seharga tiga puluh ribuan rupiah.
Mengenal biji kopi ketika kecil, terbiasa melihat bapakku mulai panen kopi dari kebun halaman rumah, menjemur cherry merahnya itu sampai kering, #dan sekarang tahu bahwa proses tersebut dikenal dengan istilah ‘Natural Process’. Lalu menumbuknya untuk menghilangkan kulitnya. Setelah bersih kulitnya, biji kopinya sebagian dijual dan sebagian lainnya di sangrai. #proses sangrai pada masa sekarang ini dengan mesin ‘Roasting’ yang berbeda-beda metodenya, tentunya akan sangat mempengaruhi rasa.
Proses sangrai bagiku adalah bagian yang menyenangkan, aroma kopi yang khas menebar ke seluruh ruangan. Hasil sangrai tadi, setelah dingin kemudian ditumbuk, alatnya lisung/jubleg dan halu. #siapa yang tidak tahu alat apakah itu, ayo googling aja ya, hehe. Bukan ‘halu’ di istilah jaman sekarang yang artinya berhayal atau halusinasi. Untuk menghaluskan biji kopi yang telah di sangrai ini, jangan bayangkan menggunakan mesin grinder yang saat ini banyak di jual di pasaran, tapi menggunakan lisung/jubleg dan halu tersebut. Setelah ditumbuk halus, kopi akan di saring dengan saringan yang lembut, supaya didapat tekstur bubuk kopi yang halus.
Esok harinya, bapak sudah bisa menikmati secangkir kopi hitam. Lalu saya? Ah masih kecil, belum jadi penikmat kopi, jadi hanya memperhatikan saja semua proses itu. # Al Fatihah buat bapak dan ibu, I miss U.
Waktu berlalu dengan cepat, dan saya menjadi penikmat kopi sachet awalnya, paling sekali kali menjajal kopi yang dijual di kedai-kedai kopi untuk menghilangkan kepenasaranan akan rasanya.

Berkehidupan di Papua New Guinea 2010 membuat saya mulai mengenal dan menyukai kopi berasal dari Biji Kopi asli, walaupun rasanya pahit. Kopi tidak pernah ingkar, ia tetap hitam dan pahit, dan kopi tidak memilih siapa yang akan meminumnya.
Tidak selamanya yang hitam itu kelam dan yang pahit itu menyebalkan, hehe. Kopi membalikkan fakta itu.

Film Filosofi Kopi menaikkan rating minum kopi. Kasus kematian Mirna akibat Vietnam Ice Coffee yang dicampur sianida oleh Jessica juga meningkatkan citra kopi
Kopi tanpa gula adalah kopi yang jujur. Dia tak perlu bermanis-manis di mulut. Tanpa ragu menunjukkan jati diri pada sang peminumnya.
Secangkir kopi adalah cerita cinta .. Itulah ceritaku tentang kopi, mana cerita kopimu ? hehe























