Kontemplasi

Hai ..

Kemana aja selama 2022 ? sama sekali tidak update blog, bukan karena tidak ingin, tapi sungguh banyak hal lain yang dikerjakan.

Terimakasih 2022 telah memberi seluruh warna dalam kehidupanku. Diawali dengan begitu banyak cita-cita mulia dan ditutup dengan beperjalanan mlipir ke arah timur jawa, Alhamdulillah.

Perubahan adalah suatu keniscayaan, karena kita hidup bergerak, mengejar mimpi dan cita-cita yang entah menjauh atau mendekat. Waktu bukan hanya merubah kita menjadi tua tapi sekaligus merubah banyak kenyataan kehidupan.

Apa yang akan dilakukan kemudian ? hmmm

Belajar selalu untuk melihat baiknya hidup, insya Allah, semesta hidup pun akan selalu baik dan yang mendekat yang baik-baik. Menjadi diri sendiri, tidak perlu jadi sempurna karena tidak ada yang sempurna. Cukup terus berusaha memperbaiki diri. Belajar, belajar, belajar.

Eco Enzyme

Bismillah

Sharing sedikit cara pembuatan Eco Enzyme (EE) ya… sudah banyak artikel dan sumber informasi mengenai pembuatan EE ini. Ini hanya berbagi pengalaman saja, untuk skala rumah.

EE adalah cairan alami serba guna yang merupakan hasil fermentasi dari 1 bagian Gula : 3 bagian Kulit buah/sayuran : 10 bagian Air bersih

Lama pembuatan 3 bulan di wilayah tropis dan 6 bulan di wilayah sub tropis

Cara pembuatan ada di keterangan setiap gambar .. Punya stok kulit jeruk dan kulit pisang.
tips untuk menyimpan kulit jeruk : kumpulkan kulit jeruk, simpan dalam wadah tertutup di freezer. Kapan mau dipakai, tinggal ambil.

Gula aren 100gr ..
Abaikan data timer di sebelah kiri, tetiba timbangan dapur entah kemana. Jadi kali ini pakai timbangan kopi 🤭..upss muup.
150gr kulit pisang + 150gr kulit jeruk
Air 1000ml (1ltr)
100 gr gula aren larutkan dengan air dari 1liter tersebut
300 gr kulit buah yang sudah di iris kecil
Wadah plastik 1.5ltr
Masukkan ke dalam wadah plastik, beri label supaya mudah mengingat kapan waktunya panen.
Akan terjadi proses gas dalam botol, sehingga perlu botol plastik yang kuat.
Tips supaya botol tidak meledak, tiap hari di pekan pertama, buka pelan pelan tutup botol, lakukan 3-4x sehari. Atau, jangan tutup terlalu rapat, longgarkan tutup botolnya supaya gas bisa pelan pelan keluar.
Setelah lewat 7 hari, buka tutup botol 1x sehari .. setelah 3 pekan, gas sudah tidak ada. Tinggal tunggu panen saja.
Dengan wadah botol ini, biasanya tidak terjadi proses adanya lapisan jamur Pitera dan lapisan Mama Enzyme

Barisan EE hasil panen.
Salah satu manfaat ampas dari EE, dapat digunakan untuk membersihkan saluran closet, tidak perlu beli EM4 closet lagi ☺️.
Caranya, blender ampas, lalu tuangkan ke dalam closet pada malam hari.
Warna EE bervariasi dari coklat muda hingga coklat tua, bergantung pada jenis sisa buah dan jenis gula yang digunakan.

Tips :

  • volume maksimal air = 60% volume wadah
  • gunakan wadah plastik kedap udara
  • kategori kulit buah : gunakan kulitnya saja, buahnya kita makan, jangan maksa beli buah hanya untuk bikin EE ya. Kategori, tidak busuk, tidak berjamur dan tidak diolah/dimasak/digoreng dsb.
  • kulit buah : di potong potong sesuai dengan ketersediaan. Kalau wadahnya botol plastik, potongan kulit buah harus kecil, supaya nanti ampas ketika panen tidak sulit untuk di keluarkan.
  • gula alami, tidak disarankan gula pasir krn sudah mengalami proses kimiawi
  • simpan di tempat teduh, memiliki sirkulasi udara yang baik, jauh dari wc, tong sampah, dan bahan bahan kimia.

Pemanenan :

  • setelah 90 hari EE siap di panen dengan cara di saring dan disimpan dalam wadah tertutup
  • larutan EE tidak memiliki kadaluarsa
  • disarankan untuk dikemas dalam botol botol kecil untuk alasan kepraktisan dan menjaga kualitas

EE yang baik, memiliki aroma asam segar khas fermentasi

EE aromatik,
Untuk menghasilkan EE beramora segar, gunakan kulit buah keluarga jeruk. Aroma EE juga dapat dibuat dengan menambahkan 10% bahan aromatik pada larutan EE lalu fermentasi kembali selama 1 bulan. ( Contoh bahan aromatik : mint, sereh, kemangi, daun pandan, rosemary, daun jeruk purut, bunga bungaan )

Manfaat EE itu apa ? Banyak sekali, baik manfaat sehari hari, manfaat untuk udara, air dan tanah…. Tidak dibahas sekarang yaa

Sayangi Bumi, Sayangi Diri.
Semoga hal kecil yang kita lakukan dengan sepenuh hati, bisa membawa kebaikan …

Pupuk Organik Cair (POC) Daun Kelor + Air Cucian Beras

Bismillah

Salah satu kelebihan dari pupuk organik adalah, kemampuannya untuk memperbaiki sifat fisik tanah.

Semua unsur yang terdapat dalam daun kelor adalah unsur-unsur yang sangat dibutuhkan oleh tanaman baik dalam skala besar maupun kecil.

Kalium, Magnesium, Fosfor dan kalsium adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam sekala besar (Makro), sementara besi, seng, dan tembaga tetap dibutuhkan oleh tanaman tapi dalam skala kecil (mikro).

Kandungan Zeatin merupakan zat esensial untuk tanaman, dimana unsur sitokimin ini dapat membantu merangsang pertumbuhan tanaman, terutama pada masa perkecambahan biji, dan sebagai pemasok nutrisi selama proses pembuahan.

Daun kelor juga mudah layu dan rusak, bila demikian kandungan protein tinggi. Dan ini menandakan kandungan unsur N nya juga tinggi.

Karena kandungan dominan yang ada di daun kelor berupa protein, maka kita membutuhkan bahan pendamping yang bisa melengkapi unsur karbohidrat dan sumber energi. Bahan yang bisa dijadikan sumber karbohidrat adalah air beras. Sementara untuk sumber energinya dapat diperoleh dari gula jawa/gula aren.

Kali ini, sharing cara pembuatan POC daun kelor + air cucian beras.

  • Bahan :
  • 150gr daun kelor segar
  • 1.5 L air cucian beras
  • 50-75gr gula aren (larutkan terlebih dahulu)
  • Wadah penampungan
  • Cara pembuatan :
  • Bender daun kelor hingga halus
  • Tuangkan air cucian beras ke dalam wadah penampungan
  • Masukkan daun kelor halus
  • Selanjutnya masukkan gula jawa yang sudah dilarutkan dengan air
  • Aduk hingga merata
  • Karena prosesnya anaerob, maka tutup wadah dengan penutupnya
  • Buka tutup wadah setiap pagi untuk mengeliarkan gas yang rihasilkan dari.proses fermentasi ini
Beri label tanggal supaya tidak lupa ☺️
  • Pupuk cair sudah dapat digunakan jika telah melewati 10 – 14 hari
Sudah siap diaplikasikan

Aplikasikan dengan sistem kocor, bisa juga di semprotkan pada tanaman terutama pada masa vegetatif.

Saya menggunakan perbandingan 1 : 15, 100ml poc + 1500ml air bersih, aduk lalu kocorkan pada tanaman

Semoga tanaman tanaman kecil ini bahagia dan bisa bertumbuh subur.

#HappyGardening

Oxalis Triangularis

Bismillah,

Bunga kupu kupu yang juga dikenal dengan sebutan ‘tanaman cinta’

Warna dedaunnya yang ungu (warna lain: hijau, putih, batik dan lainnya) berbentuk sayap kupu-kupu membuat penampilannya istimewa. Sedangkan bentuk bunganya sekilas mirip dengan anggrek.
Daunnya menutup seperti payung di malam hari.

5 January 2021

Bunga sederhana tapi cantik … 🥰

Selang dua pekan, dia sudah merimbun .. menyenangkan melihat mereka bertumbuh dengan riang

23 January 2021

Nikmat Tuhan kamu manakah yg kamu dustakan ?

Purple Tea

Come, let us have some tea !


Minum teh bunga telang atau Blue Tea sudah biasa .. Lalu minum teh bunga telang ditambah lemon, juga sudah biasa.

Sekarang, level berikutnya untuk menikmati teh .. yup, Purple Tea
Gabungan dari bunga Rosella, White Tea dan bunga Telang.

Rasanya seperti apa? Hmm .. ringan khas white tea, segar dengan sedikit asam dari rosella, tidak ada bau langu dan warna ungu yang cantik.

Cobain deh, enak ..

white tea, rosella, bunga telang

si ungu yang siap di sruput

Moringa Oleifera Tea

Bismillah,

Mari minum teh …

Manfaat daun kelor bagi kesehatan tidak diragukan lagi, sebagai sumber vitamin dan mineral yang baik bagi tubuh, kaya akan antioksidan, dan sebagainya.

Ada banyak cara mengolah daun kelor untuk mendapatkan khasiatnya, entah untuk sayur, teh, jus, untuk kosmetik bahkan untuk pupuk organic cair.

Yuk bikin teh daun kelor sendiri …
Gampang sekali membuatnya :

  • Ambil daun kelor, tiga bagian dahan dari bagian pucuk
  • Cuci bersih
  • Ambil daunnya saja, lalu letakkan pada nampan yang telah diberi alas, dan keringkan dengan cara angin anginkan di tempat terbuka kurang lebih selama 7 hari.
  • Teknik pengeringan tidak dilakukan di bawah matahari langsung, untuk menjaga kandungan nutrisi
  • Setelah kering, simpan di tempat bersih dan kering, bisa juga di tumbuk halus lalu simpan.
  • Siap diseduh kapanpun, bisa ditambahkna madu jika menginginkan rasa yang lebih manis.

Selamat menikmati Moringa Oleifera Tea

pengeringan

Simpan dalam wadah bersih dan kedap udara, siap di seduh kapanpun

Hidup sehat merupakan sebuah pilihan.
Ikhtiar sehat salah satunya dengan mengkonsumsi makanan yang baik, halal dan thoyyib


Tetap jaga kesehatan ya teman teman semuaa ..

Mengolah Sampah Dapur

Bismillah,

Cerita Pengolahan sampah dapur yuk..

Sampah organik adalah sampah yg bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yg lebih kecil. Terdiri dari sampah organik basah dan kering.

Kenapa harus diolah? Salah satunya untuk menyelamatkan lingkungan dari kerusakan .. dan lain lainnya masih banyak lagi.

Dari pengalaman dan beberapa literatur, saya membagi pengolahan sampah organik ini menjadi beberapa bagian.

  1. Jangka waktu sangat pendek, dalam satu hari sudah bisa di manfaatkan.
  • Kulit bawang merah/putih/bombay bisa bermanfaat untuk pestisida / pupuk tanaman.
    Rendam kulit bawang dalam air di wadah tertutup, esok hari air rendaman + tambah air bersih sudah bisa di semprotkan pada tanaman.
  • Cangkang telur, cuci bersih, keringkan, lalu haluskan. Bisa di simpan dalam wadah kaca utk ditabur kapan hari atau langsung di taburkan di media tanam. Banyak mengandung kalsium.
  • Air cucian beras, baik untuk menyiram tanaman. Banyak mengandung vit B1.
  1. Jangka waktu pendek, proses 2 pekan : POC
    Pupuk organik cair.
    Ada banyak macamnya, bisa dari nasi, pupuk kandang, air cucian beras, air kelapa, sisa sayuran segar, sisa buah/kulit buah, binggol pisang, dll

Bahas yg sisa sayuran dan buah secara singkat saja yaaa…
Bahan :

  • Sampah sayur/ sampah buah
  • Mikroba pengurai /starter, salah satunya EM4 – boleh di skip kalau tidak ada
  • Pemanis alami, tetes tebu atau gula merah, berfungsi sebagai makanan mikroba.
  • Wadah dan air.
  • Semakin banyak komposisi sampah buah, aroma POC akan lebih segar.

Cara :

  • Ga pake aturan jumlah ya, sesuaikan dengan wadah aja. Kira kira perbandingan air : sampah sayur/buah 7 : 13
  • Larutkan mikroba pengurai dlm air, tambahkan pemanis alami, diamkan sekitar 20menit.
  • Tambahkan sampah sayur/buah yg sudah dipotong kecil, lalu aduk merata.
  • Tambahkan air secukupnya.
  • Karena prosesnya anaerob dan akan mengeluarkan gas, isian sampah dan air jangan sampai penuh di wadah.
  • Untuk detail wadahnya, lihat foto aja yaa
  • Proses fermentasi akan terjadi sekitar 10hari. Hasil akan beraroma seperti tape. Kalau tidak beraroma tape atau malah berbau busuk, berarti fermentasi tdk terjadi. Ulang lagi dr awal dengan menambahkan gula.
  • Panen POC setelah 2 pekan. Saring, ampas POC bisa digunakan utk komposter.
  • Hasil panen kalau tidak langsung digunakan, simpan di wadah tertutup.
  • Penggunaan 10ml untuk 1ltr air
  • Waktu ideal penyemprotan jam 6-9 pagi atau 16-18 sore
  • Penyemprotan merata pada permukaan bawah daun dan dikucur langsung ke media tanam.
  • Bisa diaplikasikan sepekan sekali.
  1. Jangka waktu sedang, proses 3 bulan : Eco Enzyme.
  2. Jangka waktu panjang, proses tergantung jumlah sampahnya : Kompos.
  • Eco enzyme dan Kompos, postingan terpisah yaa.
    Kepanjangan ahhh.

Ini untuk skala rumah tangga ya, bukan bicara skala besar.. mungkin cara akan berbeda kalau untuk skala besar.

Bahas singkat aja segini panjangnya, halahh…ampun dah.

Semoga hal kecil yang dimulai dari diri sendiri bisa bermanfaat untuk kelestarian alam kita.

One small thing leads to another big thing. Jadi jangan berhenti, lakukan yang kamu bisa, dengan apa yang kamu punya.

Tuhan Maha Pembulak Balik Hati

Ada yang salah dengan diriku, dengan langkahku.

Bagaimanapun, ingatan akan tetap berjalan, bersama tumpukan kisah yang berkelindan.

Ketenangan adalah yang dicari, sesederhana itu, jika yang terasa justru kehampaan, merasa sepi di tengah keramaian, maka rasanya pantaslah untuk bertanya kembali pada diri.

Setiap kali ada pengulangan kisah walaupun tidak sama namun tetap serupa, setiap kali itu pula kehawatiran, gelisah, ragu-ragu, dan segala rasa tidak nyaman itu muncul kembali, seolah segala energi yang dimiliki menguap tidak tersisa.

Usaha menenangkan diri sendiri silih berganti dengan kehilangan energi itu. Terkadang usaha yang dilakukan berhasil memenangkan pertarungan diri, untuk kemudian bisa tenang dan mengerjakan kewajiban yang harus dilaksanakan dengan baik namun tidak jarang usaha itu gagal dan semua energi terserap kedalam gelombang gelisah.

Kesadaran diri menjadi sangat berarti, segala nasihat, pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki, bahkan keyakinan bahwa orang yang kuat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan dan air mata. Seketika itu semua harus mampu ditanamkan kembali pada diri, agar menjadi kokoh dan tidah mudah goyah diterpa angin.

‘Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik’

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.” [HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792]

Doa adalah sebab terkuat bagi seseorang agar bisa selamat dari hal yang tidak ia sukai dan sebab utama meraih hal yang diinginkan.

”(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (QS. Āli ‘Imrān[3] : 8

#Apakah teman-teman pernah mengalami hal yang sama ?

Semoga kita semua selalu ada dalam lindunganNya

PNG Independence day! – Momase costume

16 September 1975 adalah hari kemerdekaan PNG atas berpisahnya dari Australia.

Kemerdekaan tanpa peperangan dari Australia tepatnya.

Ah usiaku lebih tua sedikit dari negara ini .. 🙂

Saya berkesempatan mengikuti Independence Day nya tahun 2011, menjelang setahunnya kami tinggal di negara kedua ini. #dan akhirnya mengikuti di beberapa tahun berikutnya juga, hehe

Masih tentang Mount Hagen, dan masih tetap banyak takjub dengan segala sesuatunya, budaya, adat, perilaku, dan banyak hal lainnya yang tentu tidak ditemui selama tinggal di Bandung.

Perayaan hari kemerdakaan disini tidak banyak acara, hanya ada pawai keliling kota dengan berpakaian adat, kota Mount Hagen sendiri hanya terdiri dari beberapa blok saja.

Tidak ada upacara bendera, menghias rumah dan tempat umum dengan simbol kebangsaan, apalagi keseruan lainnya seperti lomba balap karung, makan kerupuk, tarik tambang dan lomba lomba lainnya seperti di Indonesia, hehe.

Azmi, karena dia bersekolah di IEA – International Education Agency of Papua New Guinea, kali ini berkesempatan berpakaian adat masing masing provinsi, dan salah satunya adalah Momase, khas dari provinsi Morobe.

Negara dengan luas wilayah 462.840 Km2 ini berpenduduk total hanya 7 juta jiwa saja di total 22 provinsi yang ada pada tahun ini – 2011, namun dengan lebih dari 850 bahasa lokal asli dan sekurang kurangnya sama banyaknya dengan komunitas komunitas kecil yang dimiliki.

Sementara Jawa Barat dengan luas wilayah 35.377,76 Km2 menurut Data SIAK Provinsi Jawa Barat tahun 2011 didiami penduduk sebanyak 46.497.175 Jiwa. Kebayang kan padatnya Jawa Barat seperti apa, hmm bagaimana pulalah padatnya 10 tahun ke depan.

Penduduk di Papua New Guinea merupakan salah satu yang heterogen di dunia. Kemajemukan ini terkadang menjadi sumber konflik disana. Mereka menyebut negara mereka sebagai Christian country.

Bahasa Inggris adalah bahasa resmi dan merupakan bahasa pemerintahan dan sistem pendidikan, tapi tidak banyak digunakan. Lingua franca utama dari negara ini adalah bahasa Tok Pisin atau Melanesian Pidgin. Biasa kita menyebutnya dengan istilah broken English.

Sebagian besar penduduk menetap di dalam masyarakat tradisional dan menjalankan sistem pertanian sederhana yang hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

Saya tidak melihat ada sawah di sini. Mereka tidak mengetahui bagaimana bercocok tanam padi. Beras di datangkan dari negara negara tetangga, dan sebagian besar masih menggunakan ubi jalar sebagai bahan pokok.

Mount Hagen

Negara ini terletak di cincin api pasifik, terdapat sejumlah gunung berapi yang aktif. Gempa bumi cukup lazim terjadi. Hal lainnya, negara ini kaya akan sumber daya alam tapi eksploitasi terkendala oleh rupa bumi yang rumit, tingginya biaya pembangunan dan infrastruktur.

Cadangan mineral, berupa minyak bumi, tembaga dan emas menyumbangkan 72% perolehan ekspor. Dan yang tak kalah menarik, negara ini memiliki industri coklat dan kopi yang cukup bernilai.

Salah satu daerah penghasil kopi terbaik adalah Mount Hagen, dikenal sangat ideal untuk menanam kopi dengan iklim bersahabat dan kandungan tanah vulkanis yang kaya mineral. Pada umumnya kopi di budidayakan secara organik oleh petani tradisional di pekarangan rumah atau kebun yang tidak begitu luas, atau oleh beberapa perusahaan perkebunan dengan skema pembudidayaan yang lebih luas. ‘Coffee season’ yaitu pada masa panen raya kopi, menjadi saat yang ditunggu, karena berpengaruh terhadap perputaran perekonomian perdagangan. Ramai para petani kopi berbelanja segala kebutuhan keluarganya. Salah satu kopi yang terkenal di Mount Hagen adalah Banz Kofi, kopi Arabica Premium.

Banz Kopi .. they call ‘the King of Beans’

Namun, budaya minum kopi di Papua New Guniea sangat rendah. Penduduknya lebih menyukai kopi instan buatan Indonesia yang banyak dijual disana sekarang ini. Ironis. Selain itu, pemerintah juga kurang memberi perhatian khusus pada para petani kopi.

Padahal, kopi Papua New Guinea menempati posisi yang bagus di pasar internasional, terutama Amerika Serikat.

# sudahkah bangsa papua new guinea benar benar merdeka ?

#dan bagaimana dengan kita di Indonesia ? jawabnya ada pada diri masing-masing 🙂

Selamat menikmati secangkir kopi hitam pahit tapi ia jujur dan tidak berpura-pura harus manis

LDM

Long Distance Marriage

Menjalani sebuah pernikahan tapi berjarak jauh dari pasangan, tentu ini bukan hubungan yang ideal sebagai suami istri. Saya yakin setiap pasangan menginginkan hubungan dan kondisi yang ideal, tapi karena banyak hal, kondisi ini mungkin saja terjadi. Seperti saya dan banyak lagi pasangan lain di luar sana yang mengalaminya.

Pun pernikahan bukanlah tentang kenikmatan selamanya, tapi tentang hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh suami istri.

Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan memiliki resiko dan perjuangan masing masing.

Lalu kenapa memilih LDM? mungkin karena beberapa hal, bisa jadi karena tuntutan pekerjaan. Bisa jadi karena tuntutan pendidikan atau alasan-alasan lainnya.

Langkah awal berpindah ke negara lain karena tuntutan pekerjaan dan keinginan kuat untuk memperbaiki kehidupan. Senang karena bisa berpindah bersama-sama satu keluarga utuh. Namun kebahagiaan itu tidak lama, tempat pekerjaan kami terletak di daerah yang jauh dari kota dan tidak tersedia sekolah yang sesuai dengan usia anak pertama kami yang saat itu baru menginjak kelas 10.

Sekejap kondisi berubah drastis, panik dan tidak tahu harus bagaimana. Kami tidak menyangka sama sekali, karena hal ini sudah dibahas jauh-jauh hari sebelum kami menyetujui untuk berangkat. Kenyataannya belum genap satu bulan kami di sini, si sulung harus segera kembali ke Indonesia, atau dia tidak akan sekolah, miris. Kami galau, karena dia harus pulang sendirian! Padahal dia belum pernah bepergian jauh sendiri. Kami pasrahkan semua kepada yang Maha Penjaga, dan Alhamdulillah dia bisa selamat sampai di tujuan.

Satu tahun kemudian, hal serupa harus terjadi lagi pada anak kedua kami, kali ini bersamaan dengan jadwal cuti di tahun pertama. Kami bisa mengantar anak kedua kami untuk kembali dan dengan sangat berat hati harus tinggal berjauhan. Kedua anak kami tinggal bersama kakak saya.

Menjalani hidup berpisah jauh dari anak-anak adalah perjuangan. Sering kali emosi teraduk-aduk, perbedaan waktu dan komunikasi yang tidak selalu lancar, bercampur dengan beban pekerjaan yang berat, sungguh tidak mudah untuk dilewati.

Hanya doa-doa yang selalu dipanjatkan dalam diam dan hening kami. Tekad dan komitmen yang membuat kami bisa bertahan.

Di tahun ketiga, saya memutuskan untuk mengakhiri pekerjaan dan meninggalkan suami demi anak-anak. Saya kembali ke Indonesia, untuk perjuangan baru lainnya.

Bukan hal mudah ketika pasangan suami istri berkomitmen untuk menjalani LDM. Diperlukan kepercayaan dan keikhlasan, komitmen yang kuat, keterbukaan dan komunikasi. Tidak jarang kami beradu pendapat terutama masalah anak-anak. Berpisah dengan anak-anak selama 2 tahun membuat segalanya berubah. Seringkali saya merasa rapuh dan menangis di banyak malam.

Waktu saya diisi dengan melanjutkan kuliah, sehingga ada aktifitas yang saya jalani, dan saya tekadkan untuk fokus dan selesai tepat pada waktunya.

Jadi, apa yang kami lakukan untuk menjaga kehidupan kami?

Kepercayaan dan Ikhlas. Bohong jika saya tidak punya pikiran macam-macam pada suami. Tapi jika saya mengikuti kehawatiran saya, tentu akan habis energi saya. Begitupun suami, dia menaruh kepercayaan pada saya untuk menyelesaikan kuliah dengan sebaik-baiknya dan mengurus anak-anak. Kami ikhlas menjalaninya.

Komitmen. Kami memanfaatkan moment untuk saling mengingatkan niat dan tujuan awal ketika kami memulai langkah ini. Bagaimana kami sama-sama merangkak dari nol. Semua perjuangan yang kami lewati bersama, dan pencapaian yang kami dapat tidak ada yang cuma-cuma, tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Itu yang membuat kami mengingat komitment kami dan semakin kuat.

Komunikasi. Bersyukurlah pada teknologi, jarak yang tidak dekat bukan alasan untuk tidak menjadi dekat. Walaupun kadang di banyak waktu, jaringan yang jelek membuat jengkel. Tidak jarang juga kami bertengkar di telepon atau di WA terutama terkait perkembangan anak-anak, namun kami tetap berkomunikasi walaupun sulit. Hal itu tetap kami jaga demi menjaga cinta kami.

Suamiku memang bukan tipe laki-laki yang romantis, tapi dia menunjukkan cinta dan sayangnya dengan caranya sendiri, yang mungkin tidak sama dengan orang lain.

Disetiap jadwal cutinya per 6 bulan sekali dia pulang, kami selalu meluangkan waktu hanya untuk berdua saja, entah itu jalan-jalan ke kebun teh, atau hanya sekedar makan di tempat dulu kami sering datangi.

Dan tentunya yang selalu kami lakukan adalah berdoa dan memohon pada Allah untuk melindungi dan melanggengkan kehidupan pernikahan yang dijalani

Saya tahu banyak yang mengalaminya juga dan tak jarang ada yang gagal. Tapi banyak juga yang berhasil. Saya dan suami sudah membuktikan, hubungan seperti ini memang berat, tapi bisa juga berhasil kok.

#Tidak ada LDR atau LDM yang abadi, mereka hanya memiliki waktu terbaik untuk bersatu, nikmatilah sampai saat itu tiba.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir,” (QS. Ar Rum : 21).

Design a site like this with WordPress.com
Get started